Beranda Internasional Tarian Persahabatan meriahkan Pembukaan Liga Fronteira RI-RDTL 2019

Tarian Persahabatan meriahkan Pembukaan Liga Fronteira RI-RDTL 2019

96
0

MALIANA, Flobamora-news.com – Tarian Persahabatan RI-RDTL Ikut meriahkan pembukaan Liga Fronteira 2019 di Stadion Malibaca-Yamato Maliana, Timor Leste, pada Jumat (15/11/2019).

Tarian Persahabatan yang ditampilkan puluhan anak dengan busana adat Suku Tetum Timor Leste yang khas berwarna hitam. Mereka berlari masuk lapangan sehari memegang kain berwarna Merah, Putih, dan Kuning dengan kedua tangan direntangkan ibarat burung Elang yang terbang bebas di udara. Warna Merah, Putih, Kuning, dan Hitam melambangkan corak warna bendera kedua negara, RI-RDTL.

Setelah sampai di tengah lapangan, para penari membentuk formasi lingkaran yang mengelilingi 9 orang penari pria yang membawa bendera Indonesia dan Timor Leste.

Formasi lingkaran ini sendiri sebenarnya mau menggambarkan bahwa masyarakat yang berada di Perbatasan RI-RDTL memiliki masa patriotisme yang begitu tinggi. Akan tetapi, rada patriotisme itu bukan malah untuk memutuskan tali persaudaraan masyarakat di Tapal Batas, tapi malah makin menguatkan ikatan tali persaudaraan antar warga di dua negara, khususnya mereka yang berada di Perbatasan RI-RDTL.

Baca Juga: Liga Fronteira Sebagai Media Pemersatu Tali Persaudaraan yang Rapuh

Sekretariado Estadu Joventude no Desportu (Mentri Pemuda dan Olah Raga) Timor Leste, Nelio Isac menuturkan bahwa masyarakat perbatasan yang berada di dua wilayah Indonesia dan Timor Leste memiliki kebudayaan dan bangsa yang sama. Karena itu, tak heran bila masyarakat di Perbatasan saling mengunjungi satu dengan yang lainnya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa selain budaya, warga kedua negara yang berada di Perbatasan dapat mempererat tali persaudaraannya lewat olah raga, walau telah berbeda negara.

President autoridade munissipi Bobonaro, Jeferino Soares Dos Santos dalam sambutannya mengucapkan selamat datang bagi para kontingen dan para tamu undangan yang hadir.

Baca Juga: Ketika Bidu Berpadu Dalam Bola

Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan soal tujuan utama dari Liga Fronteira. Dirinya menjelaskan bahwa tujuan utama dari liga ini diadakan untuk dapat mempromosikan perdamaian dunia dan mempererat hubungan sosio-kultur antara masyarakat yang berada di Perbatasan RI-RDTL.

“Melalui Liga Fronteira kita dapat mempromosikan perdamaian dan mempererat hubungan Sosio-Kultur antar kedua masyarakat di Lintas Batas Timor Leste-indonesia,” tuturnya.

Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan kepada awak media menuturkan bahwa semua tim memiliki niat yang saya yaitu meraih kemenangan. Akan tetapi, yang paling penting dari terlaksananya liga ini adalah persaudaraan. Karena itu, kemenangan bukanlah tujuan utama melainkan persaudaraan.

Untuk diketahui, Jogos Fronteira atau Liga Fronteira 2019 ini melibatkan lima kabupaten di wilayah perbatasan RI-RDTL. Keenam kabupaten itu adalah Kabupaten Belu, Kabupaten TTU, Rejiaun Administrativa Espesial Oe-Cusse, Munisipio Bobonaro, dan Munisipio Covalima. Munisipio Bobonaro sebagai tuan rumah mengutus dua Tim dari semua cabang olah raga yang dipertandingkan.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here