Opini  

Teka-Teki Siapa Jagoan Partai Golkar di Pilkada Malaka 2020

FlobamoraNews

MALAKA, Flobamora-news.com –Gaung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malaka sudah menghangat sejak usainya Pileg dan Pilpres April lalu, walaupun sejatinya proses Pilkada serentak tersebut belum dimulai secara resmi.

Dr. Simon Nahak, SH, M.Hum, Advokad dan Politisi Partai Perindo yang juga Caleg DPR RI dari Partai besutan Hary Tanoesoedibjo tersebut memanasi gaung Pilkada dengan manuver politik yang terbilang cukup berani.

Saya katakan cukup berani karena belum begitu lama Simon bertarung di legislatif melawan Partai Golkar, hanya dalam hitungan bulan Simon memgambil langkah berani untuk berkomunikasi dengan petinggi Partai Golkar untuk menjadikannya kendaraan politik di Pilkada Malaka. Simon mendaftar di DPP Partai Golkar setelah bertemu dan berdiskusi dengan Emanuel Melkiades Lakalena, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Meneropong Lebih Dekat Model Pengukuran Kemiskinan, Permasalahan, dan Alternatif Kebijakan

Tentu langkah yang diambil Simon tidak salah dan sah-sah saja. Kata sang bijak, tidak ada lawan abadi atau kawan abadi dalam politik. Yang abadi dalam politik hanyalah kepentingan. Dan lagi, politik itu dinamis, terus mengalir dan berubah.

Selain Simon, ada figur lain yang mendaftar untuk di bertarung di Pilkada Malaka 2020 lewat Partai Golkar. Sebut saja Louis Luki Taolin atau yang dikenal dengan sapaan Kim Taolin. Kim adalah anggota DPRD Provonsi NTT antar waktu dari Fraksi Partai Golkar. Kim mendaftar di DPD I Partai Golkar Provinsi NTT untuk maju di Pilkada Malaka tahun 2020 mendatang.

Baca Juga :  Memaknai Hari Guru: Pancasila Adalah Sumber & Keunikan Pendidikan Indonesia

Keputusan Kim untuk mendaftar di Partai Golkar sangat tidak dipertanyakan memgingat dirinya adalah seorang kader Partai Golkar. Apalagi, kapasitas untuk itu memang dimilikinya. Pasalnya, Kim adalah seorang anggota DPRD Provinsi NTT yang sedang aktif, walau posisi tersebut diperolehnya sebagai anggota antar waktu.

Tulisan ini berasal dari redaksi