Beranda Pendidikan Guru di SD Inpres Bisene Jarang Mengajar, Orang Tua Murid Pindahkan Anaknya...

Guru di SD Inpres Bisene Jarang Mengajar, Orang Tua Murid Pindahkan Anaknya Ke Sekolah Lain

583
0

SOE, Flobamora-news.com – Orang tua siswa, Saul Kase, Melkias Saba, Marten Nenosaban, Yunus Heli dan Arni Saba mendatangi komisi I DPRD untuk melaporkan kepala sekolah dan para guru-guru yang sering tidak masuk sekolah dan terlambat masuk ruang kelas. Pasalnya kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Inpres Desa Bisene Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak berjalan dengan baik.

Pengaduan di terima oleh Ketua komisi IV, Marten Tualaka,SH,M.Si bersama anggota komisi IV Robinson Faot, Mateos Lakapu, dan Marleni Lakapu di ruang komisi IV DPRD pada, Selasa (18/8/2020).

Menurut orang tua bahwa siswa lebih banyak bermain di luar ruangan ketimbang belajar di ruang kelas. Akibat dari KBM nya tidak berjalan dengan baik. Ada orang tua yang sudah pindahkan anaknya dari sekolah dasar tersebut ke salah satu sekolah dasar di kota Soe. Bukan hanya persoalan KBM, tapi dana bantuan pendidikan melalui Kartu indonesia pintar (KIP) cuman realisasi satu kali saja yaitu pada tahun 2016.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu orang tua siswa, Marten Nenosaban mengatakan bahwa, sebelum adanya covid-19, siswa-siswi di SD inpres Bisene lebih banyak menghabiskan waktunya di luar ruang kelas dari pada belajar di dalam kelas. Hal ini mengakibatkan siswa kebanyakan di luar ruang kelas karena guru-guru sering tidak masuk sekolah.

“Ada dua guru suami istri yang tidak masuk sekolah selama satu tahun, sedangkan yang lain kadang masuk dan kadang tidak masuk. dan kalau masuk juga sudah siang, sehingga proses belajar mengajarnya tidak berjalan dengan baik.

“Menurut kami sebagai orang siswa bahwa kepala sekolah tidak kerja sama dengan para dewan guru. Untuk itu proses belajar mengajarnya tidak berjalan dengan baik. Karena KBM tidak berjalan dengan baik, serta tidak ada kerja sama antara kepala sekolah, Nikolas Manao beserta guru-guru maka terpaksa saya pindahkan anak saya ke salah satu Sekolah Dasar di kota Soe”, jelasnya.

Hal ini saya lakukan agar anak-anak saya bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.

“Bukan hanya KBM yang menjadi pengaduan, tapi kami juga menginformasikan bahwa, dana bantuan pendidikan melalui Kartu indonesia pintar (KIP) realisasinya cuman 1 kali saja yang itu pada tahun 2016, selanjutnya tidak ada realisasi lagi sampai dengan sekarang ini, dan Kepala sekola Nikalas Manao yang cairkan dana tersebut baru bagikan kepada 18 orang siswa dengan besaran Rp.450.000 perorang serta pembagiannya di sekolah”, ujarnya penuh kekesalan.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marten Tualak S.H.M.Si. mengatakan, dalam waktu dekat sebelum bulan September 2020, komisi IV DPRD akan mengundang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Korwas, kepala sekolah SD Inpres Bisene, dan semua dewan guru, serta kepala BRI cabang Soe.

“Kami undang untuk mengklarifikasi persoalan ini, serta komisi IV juga akan turun langsung ke SD Inpres Bisene untuk uji petik akan kebenaran laporan dari orang tua siswa dari SD inpres bisene. jelas Marten.

Reporter: Jor.T

Komentar