Beranda Hukum & Kriminal Ini 8 Poin Kesalahan yang ada pada SK Revisi 204 Tenaga Kontrak...

Ini 8 Poin Kesalahan yang ada pada SK Revisi 204 Tenaga Kontrak Guru

92
0
Rapat Dengar Pendapat Para Guru Honorer di Ruang Komisi I DPRD Belu

Belu, Fobamora-news.com – polemik terkait perekrutan 204 Tenaga Kontrak Guru di Kabupaten Belu masih terus berlanjut. Berbagai protes dari para guru honor terus dilayangkan.

Protes pertama dilayangkan karena perekrutan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu todak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay dan hasil verifikasi dari Inspektorat Kabupaten Belu. Keinginan bupati sederhana, beliau hanya menginginkan perekrutan tenaga kontrak guru berdasarkan masa kerjanya.

Hal ini dikarenakan, ketika mengadakan dengan masyarakat di Salah satu Desa yang berada di Kecamatan Raimanuk, Bupati Belu mendengarkan keluh-kesah seorang guru yang sudah belasan tahun mengabdi, tapi belum diangkat sebagai tenaga kontrak.

Merasa iba dengan nasib guru itu, Bupati Belu pun mengambil keputusan untuk mengangkat para guru honorer berdasarkan lamanya waktu kerja.

Keinginan ini sengaja disalah artikan oleh Dinas Pendidikan dengan merekrut “Sanak-keluarga” berdasarkan kebutuhan sekolah. Inilah awal mula dimulainya protes.

Protes dari ratusan guru honorer di Gedung DPRD Belu pun akhirnya mendapat titik terang. Bupati setuju untuk melakukan revisi.

Akan tetapi, setelah revisi dibuat, ternyata masih ada beberapa kesalahan yang – entah disengaja atau kekeliruan – dilakukan oleh Dinas Pendidikan Belu.

Tepatnya, pada Selasa (8/10/2019), beberapa orang guru kembali mendatangi Gedung DPRD Belu untuk melakukan protes atas hasil revisi yang sudah dibuat. Terhitung, ada 8 poin kesalahan yang disimpulkan oleh Para Anggota DPRD Belu bersama para guru honorer.

8 poin itu antara lain:
1. Masa kerja guru-guru masih bersifat manipulatif,
2. Jurusan tertentu menumpuk pada satu sekolah,
3. Jurusan yang tidak layak sebagai tenaga pendidik seperti SH, Sarjana peternakan, Sarjana Ilmu Pemerintahan, Sarjana Ekonomi, dan beberapa ilmu lain lagi,
4. Data Dapodik terkait lamanya masa kerja diabaikan,
5. Adanya Pendobelan nama atau nama sama yang di tempatkan di sekolah yang berbeda. Akibatnya, jumlah kuota 204 menjadi berkurang menjadi 203,
6. Ada yang baru wisuda langsung masuk teko,
7. Ada yang sudah berhenti mengajar, tapi masuk dalam daftar,
8. Ada yang mengajar di dua tempat. Saat dihitung lamanya masa kerja, dinas menggabungkan lamanya masa kerja di dua tempat mengajarinya itu. Akibat, seharusnya guru tersebut baru menjadi tenaga pengajar selama 4 tahun, tapi sudah dihitung 8 tahun.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Anggota DPRD Belu, Manek Rofinus menegaskan bahwa dari pengaduan para guru, kemungkinan ada manipulasi data. Selain itu, data yang diambil oleh Dinas Pendidikan dan Inspektorat tidak obyektif sesuai Dapodik.

Karena itu, dirinya meminta SK revisi harus dilakukan uji publik sebelum ditetapkan.

Menanggapi pengaduan tersebut, Benediktus Halek mengungkapkan bahwa istrinya adalah seorang tenaga pendidik. Menjadi seorang pendidik bukanlah hal yang mudah. Beban yang mereka emban sangat besar. Karena itulah, mereka dijuluki “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.

“Jujur… saya sebenarnya sangat merasakan betul tentang apa yang bapak ibu alami saat ini karena istri saya juga adalah seorang guru. Kalau mau dibilang… rasa itu masih ada,” ucap mantan Wakil Ketua I DPRD Belu itu saat memimpin Rapat Dengar Pendapat para guru honorer.

Benediktus menjelaskan bahwa, saat ini, para pimpinan DPRD Belu sedang bertugas ke luar daerah. Karena itu, Anggota DPRD yang ada hanya bisa menerima pengaduan dari masyarakat. Pengaduan itu akan disampaikan kepada Pimpinan DPRD saat kembali nanti. Selanjutnya, pihak DPRD Belu akan menyampaikan aspirasi itu kepada pihak pemerintah Kabupaten Belu.

“Saat ini, tidak ada pimpinan. Nanti pimpinan kembali, kami akan laporkan dan kita akan undang lagi pemerintah, Bupati dan Dinas teknis untuk menjelaskan lagi,” jelasnya.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here