Beranda Kota Kupang Irma Boimau: Literasi Sangat Penting Bagi Siswa dan Guru

Irma Boimau: Literasi Sangat Penting Bagi Siswa dan Guru

70
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Irma Chr. Boimau, S.Pd, Kepala SDI Oebufu, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo-Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, mengatakan bahwa literasi, dalam hal ini membaca menulis, sangat penting bagi peserta didik. Tidak hanya kepada para siswa, ia juga mengharapkan agar para tenaga pendidik juga aktif membaca dan menulis karena dengan membaca dan menulis guru dapat membimbing siswa secara baik.

Hal ini disampaikan Irma Boimau di ruang kerjanya, Sabtu (7/9/2019

Menurut Irma, Kegiatan membaca dan menulis, sangat bagus untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas peserta didik. Ketika banyak membaca otomatis mereka (siswa) lebih banyak tahu dan juga lebih lancar dalam membaca. Ketika membaca sudah menjadi kebutuhan, mereka akan lebih mudah dan cepat memahami suatu teks bacaan atau suatu pernyataan soal.

Irma melanjutkan, literasi tidak saja berhenti pada kegiatan membaca dan menulis. Literasi hendaknya membantu siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran yaitu bisa menjawab pertanyaan, menceritakan kembali suatu teks yang telah dibaca, dan berdeklamasi dengan baik dan benar, serta aktif dalam kegiatan kreatif lainnya.

Untuk mendukung program nasional Gerakan Literasi Nasional bagi guru dan peserta didik, di sekolahnya selalu disediakan waktu yang lebih banyak bagi guru dan siswa untuk membaca.

“Dalam upaya untuk membudayakan membaca itu, setiap pagi digelar literasi umum dilanjutkan dengan membaca 15 menit sebelum memulai KBM. Kalau membaca buku-buku di perpustakaan itu dilakukan setiap hari Jumat,” terangnya.

Setelah selesai membaca sebuah buku, dilakukan evaluasi di kelas terkait judul buku serta isi buku tersebut. Setelah itu, siswa diminta untuk menceritakan kembali di depan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Irma juga meminta para guru agar selalu mendidik dan menyiapkan para siswa agar mampu menjadi generasi emas sehingga mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, dan internasional.

“Peserta didik ibarat kertas putih. Apa yang kita tulis itu yang dia pegang sehingga dia perlu diisi terus dengan hal-hal yang positif. Maka tugas para guru adalah untuk terus mengingatkan, mengingatkan dan mengingatkan kepada peserta didik tentang hal yang positif karena mereka ini masih anak-anak,” ujarnya.

Saat ini, kata Irma, sekolahnya masih kekurangan buku-buku jenis fiksi. Oleh karena itu, ia berharap ada pihak, terutama Pemkot Kupang, yang menyumbangkan buku-buku fiksi ke sekolahnya.

Sosialisasi Narkoba

Irma juga mengatakan bahwa pemerintah Kota Kupang sedang gencar-gencarnya untuk menyosialisasikan bahaya narkoba bagi peserta didik. Pihak sekolah mendukung program tersebut dengan selalu memberi arahan kepada siswa terkait narkoba.

“Jadi dalam mendukung program pemkot tersebut kami selalu menyampaikan kepada peserta didik terkait apa itu narkoba, apa akibat negatif dari narkoba, dan apa bahayanya. Itu yang selalu kami sampaikan kepada peserta didik setiap pagi pada apel bersama,” paparnya.


Reporter: Robert


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here