Beranda Pendidikan Kajian Tentang Potret Profesi Arsitek dan UU Arsitek

Kajian Tentang Potret Profesi Arsitek dan UU Arsitek

201
0

Oleh: Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min
(Guru Besar UPH &
Ketua Program Studi S2 T. Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi UPH)

JAKARTA, Flobamora-news.com – Kajian tentang “potret profesi Arsitek: dan bagaimana peran “UU Arsitek” akan dibahas pada hari Rabu, 10 April 2019, dimulai jam 18.30 wib di Kampus UPH Pascasarjana, Plaza Semanggi lt.3, Jakarta.
Kajian ini terselenggara berkat kerjasama
Program Studi S2 T. Sipil (MTS) Konsentrasi Manajemen Konstruksi UPH bersama Alumni Program Studi S2 T. Sipil (MTS) Konsentrasi Manajemen Konstruksi UPH.

Prodi S2 MTS UPH terus berkomitmen untuk terus konsisten menyuarakan, membahas dan merekomendasikan “solusi dari berbagai isyu” dalam bidang Manajemen Proyek & Konstruksi di Indonesia, secara khusus saat ini tentang peran Perancang dalam bidang Arsitektur. Standar Kontrak Internasional mencatat “engineering” merupakan salah satu “penyedia jasa konstruksi profesional”. Peran perancang yang salah satunya adalah Arsitek termasuk dalam kategori yang disebut sebagai “engineering” dalam Standar Kontrak Internasiomal. Pergumulan Indonesia sampai saat ini belum memiliki “form of kontrak yang tegas dan jelas” sehubungan peran penerima jasa yang antara lain adalah Arsitek”. UU No. 2/2017 menjelaskan tentang hal kontrak, namun perlu lebih mendalam pengertiannya dan perlu lebih tegas serta jelas pengaturannya tentang hal berkontrak. Kontrak bukan sekedar perikatan/perjanjian, kontrak adalah hal “mengalihkan risiko”…!!!!!!
Sebelum menata tentang hal berkontrak, kenali dahulu “Who & What an Architect is”.
Arsitektur sebagai bidang Profesi dalam Jasa Konstruksi yang matang pengalaman & knowledge, telah memiliki UU Profesi sebagai landasan keprofesian secara profesional. Apresiasi patut kita berikan kepada DPR RI, Pemerintah, rekan-rekan LPJKN, rekan-rekan seperjuangan di Asosiasi Profesi terkait, serta masyarakat jasa konstruksi Indonesia yang telah memperjuangkan selama berpuluh-puluh tahun lahirnya UU No. 6 tahun 2017 tentang Arsitek.
Dalam kajian ini, kita akan membahas berbagai isyu seputar peran Arsitek dan UU Arsitek No.6/2017, serta tentunya juga solusi yang akan dipersembahkan bagi Indonesia.

APA ITU PROFESI ARSITEK?
Dalam bisnis jasa konstruksi, siklus proyek yang dimulai sejak “inisiatif” ide proyek sampai “operasional” proyek, peran perancang proyek yang salah satunya adalah “Arsitek” memiliki positioning yang vital untuk “men-develop ide pengguna jasa (klien)”. Ide perancangan sesungguhnya bermula serta milik klien atau bermula serta milik Sang Arsitek? Siapa yang memulai inisiatif ide perancangan? Apa sebenarnya peran Arsitek terhadap para Pengguna Jasa (klien)? Dalam siklus penyelenggaraan proyek (Life Cycle Construction) dan secara khusus dalam hal yang saat ini sedang giat dioptimalkan bersama teman-teman di Direktorat Bina Kelembagaan & Sumber Daya Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR RI yaitu “Siklus Rantai pasok Material & Peralatan Konstruksi”, ternyata peran Arsitek menyumbangkan “peran yang tidak kecil”.
Mungkin saja dalam kajian ini mendorong PP UU Arsitek yang prioritas untuk mengoptimalkan peran dan dan dampak Arsitek dalam Industri Konstruksi.

BAGAIMANA MENGANTISIPASI PERMASALAHAN ARSITEKTUR?
Seringkali ketika permasalahan perancangan terjadi, permasalahan tersebut dapat terjadi saat proses Desain dilakukan atau pada saat Konstruksi (pembangunan), bahkan mungkin terjadi saat karya Arsitektur terbangun (operasional). Dampak permasalahan ini yaitu karya Arsitektur tidak digunakan maksimal sehingga banyak “ghost building” bertaburan di kawasan perkotaan. Dampak yang meluas adalah lingkungan terhambat untuk berkelanjutan. Nilai hidup sosial dapat menurun. Sedahsyat inikah dampak buruk karya Arsitektur yang gagal?

RESPON UU ARSITEK
Mencermati permasalahan di atas, berbagai risiko bahkan potensi bencana yang dapat terjadi, ternyata diupayakan dan dijawab oleh Profesi Arsitek dan UU No. 6 tahun 2017 yang menata peran Arsitek dalam Industri Konstruksi Indonesia. Dimanakah “positioning” Arsitek? Apakah profesi Arsitek dalam UU No.6/2017 sudah merespon secara tepat UU No. 2/2017 tentang Jasa Konstruksi Indonesia? Apa respon peran Arsitek tentang hal “sustainability” lingkungan? Apa indikator penting profesi Arsitek? Satu hal penting ketika mental kita naik kelas, UU Arsitek ini akan mampu mendorong lahirnya UU Profesi lainnya dalam Industri Konstruksi.

Kiranya melalui kajian ARSITEK & UU ARSITEK ini akan mampu menyumbangkan kualitas Jasa Konstruksi Indonesia yang sangat diperlukan Indonesia secara khusus bersamaan bahkan pasca pembangunan seluruh PSN (Proyek Strategis Nasional) yang Pemerintah sedang rencanakan dan kerjakan saat ini.

Salam hangat ARSITEKTUR INDONESIA…….!!!

KONENTAR ANDA?

Komentar