Beranda Pendidikan Kemenag NTT: Guru Pendidikan Agama Katolik, Harus Profesional Dalam Menjalankan Tugas

Kemenag NTT: Guru Pendidikan Agama Katolik, Harus Profesional Dalam Menjalankan Tugas

202
0

SOE, Flobamora-news.com – Kegiatan pembinaan kompotensi guru di hotel blesing mulai dari selasa 25 hingga kamis 27 Agustus 2020. Tema kegiatan. Menjadi guru/pengawas Pendidikan Agama Katolik yang berkualitas di tengah Covid-19, “KEMENAG NTT BINA KOMPETENSI GURU & PENGAWAS PAK TINGKAT MENENGAH SEDARATAN TIMOR” pada, Selasa (25/8/2020).

Kepala Kantor wilayah Kementrian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Sarman Marselinus. membuka kegiatan pembinaan Kompetensi Guru dan Pengawas Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat menengah sedaratan Timor di Blessing Hotel Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dalam arahannya.

“Guru dan Pengawas Pendidikan Agama Katolik harus profesional dalam menjalankan tugas. Karena mereka juga memegang peranan penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan Agama Katolik di sekolah. Dalam mewujudkan perannya, guru dan pengawas melaksanakan tugas berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memaknai tugas profesi yaitu melaksanakan tugas sebagai panggilan dari Tuhan sendiri”, tegas Sarman

Selain itu ditegaskan, Guru Pendidikan Agama Katolik adalah pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

“Saya sebagai kepala kantor kemenag NTT menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada kepala kantor Agama kabupaten TTS dan jajaran bersama tim adat atas sambutan yang luar biasa. Saya juga memaknai ini sebagai doa restu agar dapat melaksanakan kegiatan ini hingga berakhir dengan baik. Saya juga mengharapkan agar kegiatan yang terlaksana ini dapat mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mencuci tangan secara teratur karena covid ini belum berakhir”, jelasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag TTS, Agus Nggiku dalam sekapur sirihnya menandaskan, kami keluarga besar TTS merasa tersanjung karena TTS menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini, selain itu, di TTS ini ada 32 kecamatan dan baru 10 kecamatan yang saya kunjungi sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengunjungi semua kecamatan. Jelasnya.

Sedangkan Margareta de Cortona Raki, SE, sekretaris panitia kegiatan ini saat dikonfirmasi media ini menandaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang kebijakan teknis pembinaan kompetensi guru dan pengawas Pendidikan Agama Katolik pada Kanwil Kemenag Prov.NTT. Selain itu untuk meningkatkan dan memperkuat kompetensi pedagogic guru dan pengawas PAK dalam mengelola pembelajaran pada masa Covid-19, meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang program prioritas Menteri Agama RI pada bidang pendidikan tahun 2020 dan implementasinya pada Kemenag Prov.NTT.

“Yang menjadi peserta dalam kegiatan ini adalah guru dan pengawas dari kabupaten TTS, TTU, Kupang, Belu dan Malaka berjumlah 45 peserta yakni 28 guru, 10 orang pengawas, 5 orang Kepala Seksi (Kasie) dan staf bidang pendakat dan 2 orang Kasie dan staf Bimas Katolik TTS”, kata Margareta.

Lebih lanjut dijelaskan Margareta.bahwa metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab/diskusi, kerja kelompok dan kerja sama nara sumber dalam penyusunan RPP.

Secara terpisah Don Ferdinand, kepala seksi Bimas Katolik TTS sekaligus moderator kegiatan mengatakan bahwa yang menjadi narasumber kegiatan ini adalah mereka yang berkompeten dibidangnya masing-masing yakni Drs. Sarman Marselinus, Drs. Lodovikus Lena, Agus Nggiku, S.Pd.MM, RD Benyamin Seran dan Andreas Bria Nahak.

“Sedangkan Yos Rusae salah satu peserta dari TTU mengungkapkan kegembiraannya karena dengan kegiatan seperti ini kita dapat mengetahui hal-hal yang belum diketahui”, tutupnya.


Reporter: Ricky Anyan/ TIM


Komentar