Ketua Yayasan Aryos Ungkap Kekerasan di STM Nenuk

FlobamoraNews

BELU, Flobamora-news.com – Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Aryos, P. Yustus Asa, SVD ungkap berbagai kekerasan yang terjadi di SMK St. Yosef Nenuk sebagai salah satu penyebab menurunnya minat anak untuk menimbang ilmu di tempat tersebut. Hal ini diungkapkannya saat acara serah terima jabatan Kepala Sekolah SMK St. Yosef Nenuk, Jumat (9/8/2019).

“Sering terjadi kekerasan dari kakak kelas terhadap adik kelas menjadi penyebab menurunnya minat orang untuk menimbang ilmu di SMK St. Yosef Nenuk atau yang lebih dikenal STM Nenuk,” ungkapnya dalam sambutan serah terima jabatan Kepala sekolah dari P. Paul Wain, SVD kepada P. Piter Bataona, SVD untuk periode 2019-2022.

Dikatakan, selain kekerasan fisik, kebersihan juga menjadi faktor lain menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di STM Nenuk. “Bahkan ada yang sudah datang melamar pun, akhirnya tidak jadi sekolah di sini,” ujarnya.

Baca Juga :  Anak-Anak SD YPK Pikere: Terima Kasih Bapak TNI Telah Bantu Mengajar Kami

Selain berpengaruh pada menurunnya minat anak-anak untuk menimba ilmu di STM Nenuk, kekerasan yang kerap terjadi juga berdampak pada menurunnya peringkat STM di NTT.

“Mungkin ini juga yang menjadi penyebab STM N3nuk tidak lagi masuk dalam 50 besar Sekolah Terbaik di NTT,” ucapnya.

Karena itu, P. Yustus meminta agar kepala sekolah yang baru harus bisa membuat sebuah perubahan ke arah yang lebih baik untuk STM Nenuk.

P. Paul Wain, SVD selaku mantan kepala sekolah pada acara serah terima Kepala sekolah STM Nenuk tersebut tidak membantah apa yang disampaikan P. Yustus. Akan tetapi, menurutnya, selama kepemimpinannya, ada banyak perubahan yang sudah dilakukannya bersama para guru di STM Nenuk. Baginya, walau hanya sedikit yang dilakukannya selama periode 2016-2019, namun itu telah mengakar dalam diri siswa.

Tulisan ini berasal dari redaksi