Beranda Pendidikan Kondisi Gedung SD GMIT Niki-Niki 2 Rusak Berat, Tapi Lahirkan Seorang Bupati

Kondisi Gedung SD GMIT Niki-Niki 2 Rusak Berat, Tapi Lahirkan Seorang Bupati

1443
0

SOE, Flobamora-news.com – Kondisi gedung Sekolah Dasar GMIT Niki-niki 2 di kelurahan Niki-Niki Kecamatan Amanuban Tengah kabupaten Timor Tengah Telatan mengalami rusak parah pada atap, plafon ruang belajar, pintu ruangan dan kaca jendela yang sudah pecah dan sebagian retak. Pasalnya SD tersebut telah melahirkan orang-orang hebat diantaranya, mantan Bupati TTS, Almarhum Wilem Nope, Mantan PLT bupati Manggarai, Welem Fredik Hendrik Nope S.H,. M.Si.Letkol Oni Samadara, Kepala Dinas Perhubungan kabupaten TTS, Yulius Taneo. SD GMIT Niki-niki 2 didirikan pada tanggal 1 agustus 1954, dan pada hari ini SD Gemit Niki-niki 2 berusia 66 tahun.

Kepala Sekolah Daud D. Tloen,S. Pd. kepada media ini mengatakan, bahwa, SD GMIT Niki-niki 2 bernaung di bawah yayasan Yapenkris Tois Neno, dan memiliki enam Rombongan Belajar (Rombel) dengan jumlah siswa 102 orang serta jumlah guru PNS 6 orang, guru honor lima orang, tenaga administrasi satu orang, tenaga perpustakaan satu orang dan penjaga sekolah satu orang sehingga jumlah keseluruhan 14 orang. l

“SD GMIT Niki-niki 2 sangat membutuhkan bantuan pemerintah, karena ada gedung ruang belajar yang atapnya sudah rusak, plafonnya rusak, pintunya sudah rusak dan kaca jendela retak dan pecah. Hal ini membuat proses belajar mengajarnya tidak nyaman”, jelas Daud.

“Saya baru dilantik sebagai kepala sekolah sejak tanggal 25/11/2019, sehingga saya sedang berproses dan berkonsultasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS untuk mendapat bantuan rehab gedung, namun karena adanya covid-19 sehingga saya belum kordinasi lajutan”, ujar penuh harap.

Sementara itu Ketua komite Frans Akailupa juga kepada media ini bahwa, pada tahun 80 puluan, gedung SD GMIT Niki-niki 2 hanya setengah tembok, dan pada tahun 2006 baru dibangun permenen dan dibangun menggunakan dana DAK, hingga sekarang belum direhap sehingga sebagian kondisi ruang belajar sudah hancur.

“Kami berharap agar adanya kepedulian dari pemerintah dan Yayasan terhadap kondisi gedung yang sudah rusak berat”, kata Frans.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Seperius E.Sipa yang berhasil di konfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap memperhatikan kebutuhan dari semua sekolah yang ada di TTS. Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta tanpa pandang bulu.

“Mengenai bantuan gedung baru dan rehap berat, harus melalui mekanismenya yaitu yang pertama sekolah yang membutuhkan bantuan, harus foto gedung tersebut dan entri datanya ke dapodik agar bisa terbaca di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. yang kedua sekolah yang membutuhkan bantuan harus memiliki sertifikat tanah dan surat pelepasan hak atas tanah tersebut”, jelaa Seperius.

“Jika dua hal tersebut sudah terpenuhi, maka otomatis pasti ada perhatian dari pemerintah. Kami juga meminta agar pihak yayasan juga harus turut bertanggung jawab atas kondisi gedung SD GMIT Niki-niki 2 yang sudah rusak berat, karena bagaimana pun sekolah tersebut di bawah naungan Yayasan”, pungkas Seperius.


Reporter: Yor T


Komentar