Terkait Polemik SK Teko, Bupati Belu Minta Baperjakat Tinjau Kembali

FlobamoraNews
Bupati Belu, Willybrodus Lay

BELU, Flobamora-news.com –Terkait dengan SK Tenaga Kontrak (Teko) 204 orang guru, Bupati Belu Willybrodus Lay meminta agar Tim Baperjakat untuk meninjau kembali. Hal ini diungkapkannya ketika ditemui di Rumah Jabatan Bupati Belu pada, Sabtu (21/9/2019).

Dikatakan, bahwa dirinya meminta Tim Baperjakat Kabupaten Belu untuk meninjau kembali lantaran ada kejanggalan pada SK Teko tersebut. Menurutnya, SK Teko seharusnya diberikan kepada buru-buru honor sesuai dengan lama mengabdi, bukan sesuai dengan kebutuhan.

Akan tetapi, pada SK Tersebut terdapat beberapa nama yang berada di luar nama-nama yang telah direkomendasikan oleh Inspektorat sesuai dengan hasil verifikasi.

Baca Juga :  Dinas P & K Kab.TTS Gandeng MPC-NTT Gelar Bimtek Penulisan

“Saya sudah minta kepada Tim Baperjakat untuk meninjau kembali SK tersebut karena ternyata ada yang janggal dari SK Itu,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa akan dilakukan verifikasi ulang oleh Inspektorat dalam waktu dekat.

“Saya sudah minta ke mereka (Inspektorat, red) dan dalam waktu dekat akan dilakukan peninjauan kembali,” ungkapnya.

Terkait dengan peninjauan ini, maka Bupati Belu, Willybrodus Lay dengan sendirinya membatalkan SK yang telah dikeluarkannya tersebut.

“Sesuai aturan, maka saya harus batalkan SK itu agar diverifikasi ulang,” tegasnya.

Baca Juga :  PT. NK Diduga Gunakan Material Galian C Ilegal

Untuk diketahui, terkait SK Teko 204 orang guru yang telah dikeluarkan oleh Bupati Belu ini menuai protes dari banyak Guru. Protes dilakukan lantaran ada beberapa nama yang pada awalnya dicantumkan berdasarkan hasil Verifikasi Inspektorat, tapi pada akhirnya nama mereka hilang di tengah proses.

Ada beberapa nama yang tertera dalam SK Teko yang memiliki masa mengajar di bawah guru-guru honor lainnya. Ada pula yang tidak pernah mengajar, tapi namanya pun dicantumkan dalam SK Teko. Hal ini lah yang menjadi mula dari polemik tersebut.

Baca Juga :  Lexy Kumpul: Generasi Milenial Penentu Kebijakan dan Pemimpin Masa Depan

Sebelumnya diberitakan oleh media ini bahwa Tangis Air mata warnai gaduhnya sidang dengar pendapat para guru honorer yang tidak diakomodasi dalam SK Tenaga Kontrak Daerah 204 orang guru di Ruang Sidang DPRD Belu, Selasa (17/9/2019).

Tulisan ini berasal dari redaksi