Tuntut Ilmu di STISIP Fajar Timur Atambua, 145 Mahasiswa Baru Ikut PKKMB

FlobamoraNews

BELU, Flobamora-news.com – sebanyak 145 mahasiswa baru menuntut Ilmu Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Fajar Timur Atambua pada tahun ajaran 2019/2020.

Menjadi sebuah tradisi, ke-145 Mahasiswa barus tersebut mengawali pernikahannya dengan mengikuti kegiatan Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus kepada Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diadakan di seputaran lingkungan kampus pada, Selasa (3/9/2019).

Kepala bagian kemahasiswaan Oktovianus Koa, S.fil.MM kepada media ini menuturkan bahwa PKKMB sudah dilaksanakan setiap tahun jadi bagi setiap mahasiswa yang mau bergabung di Perguruan Tinggi STISIP Fajar Timur Atambu. Karena itu, Para mahasiswa baru harus mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk perkenalan awal terhadap lingkungan dan dinamika dalam dunia kampus.

Baca Juga :  Unik! Ada Motor Pintar di Perbatasan RI-RDTL
145 Mahasiswa baru sedang menjalani proses PKKMB

Karena itu, pria yang akrab disapa Okto Kota itu menegaskan kepada Panitia Penyelenggara PKKMB agar memperbanyak materi terkait proses akademik di kampus STISIP Fajar Timur Atambua.

Senada dengan itu, Ketua Panitia PKKMB, Riky Nabu menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai langkah awal mengenalkan dunia kampus pada para mahasiswa baru.

Karena itu, dalam kegiatan tersebut, panitia tidak hanya mengenalkan model kehidupan kampus saja, tapi juga mengajak para mahasiswa baru untuk lebih mempertajam Soft Skill dan Life Skill selama mengeja mengenyam pendidikan di STISIP Fajar Timur Atambua.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Pungutan Liar Kabid Dikdas Terkesan 'Mandul', Menteri Pendidikan : " Laporkan Ke Kadisdik "

“Soft Skill bisa kita dapatkan dalam proses belajar-mengajar. Tapi Life Skill ditingkatkan lewat kegiatan ekstra kurikuler dan kehidupan sehari-hari. Di situlah kita akan menjadi akademisi yang dibutuhkan bangsa dan negara,” ucapnya.

Anda Seran, Salah Seorang Mahasiswa Baru STISIP Fajar Timur Atambua

Ande seran salah satu peserta calon mahasiswa baru yang merupakan Pegawai Aparatur Negeri Sipil mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang memotivasi dirinya untuk kembali menjajaki dunia pendidikan, walau di usianya yang sudah hampir memasuki setengah abad.

Tulisan ini berasal dari redaksi