Beranda Pendidikan Wabup Belu Salah Artikan Istilah Latin ‘Do ut Des’

Wabup Belu Salah Artikan Istilah Latin ‘Do ut Des’

82
0

Belu, Flobamoora-news.com – Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan salah mengartikan sebuah istilah Bahasa Latin, ‘Do ut Des‘ saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan 176 Penjabat Eselon II, III, dan IV di Gedung Betelalenok, Senin (4/11/2019). Padahal, istilah tersebut dijadikan kata kunci untuk memberikan motivasi bagi para pejabat yang baru dilantik.

Do ut Des. Saya memberi, saya menerima,”. Demikian ujar Wabup Belu saat membuka sambutannya pada acara tersebut.

Dikatakan bahwa melalui peristiwa hari ini, dirinya mendapatkan sebuah siraman rohani karena itu, dirinya coba mengaitkan istilah tersebut pada peristiwa pelantikan hari ini.

Lebih lanjut dikatakan, “do ut des. Memberi dan menerima. Saya memberi dan menerima”. Istilah ini beberapa kali disampaikan Wabup Belu untuk memberikan motivasi kepada para penjabat yang dilantik.

Akan tetapi, secarah harafiah, istilah “do et des” memiliki arti yang berbeda. Kata kerja memberi dalam bahasa Latin adalah dare.

Dari kata ini, ketika pelaku pemberi itu adalah orang pertama tunggal (saya), maka terbentuklah kata ‘do yang berarti ‘saya memberi‘.

Ketika pelaku pemberi itu adalah orang kedua tunggal (kamu, engkau, anda), maka menjadi ‘des’ yang berarti ‘engkau memberi‘.

Jadi, ‘Do ut Des‘ berarti ‘Saya Memberi dan Engkau Memberi‘.

Sebagai ungkapan, Do ut Des mengandung pengertian bahwa kita memberikan sesuatu kepada orang lain karena mengharapkan orang lain pun memberikan sesuatu untuk kita.

 

Secara lugas dapat dikataka bahwa kita memberikan sesuatu kepada orang karena mengharapkan imbalan tertentu. atau dengan menggunakan pepatah Indonesia yang sedikit mendekati ungkapan ‘Do ut Des‘ adalah ‘Ada Udang di Balik Batu’.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here