Simplisius menyampaikan, pelaksanaan program 100 hari kerja membutuhkan banyak biaya. Oleh karena itu kepada setiap OPD diminta pertimbangkan hal-hal yang sifatnya mendesak dan penting. Program 100 hari kerja kata Bupati bukan hanya sekedar kegiatan yang perlu diketahui oleh masyarakat akan tetapi ini merupakan agenda tetap yang perlu dilakukan.
Dalam menjalankan program 100 hari kerja ini Bupati secara menegaskan setiap pengeluaran untuk keperluan pembelanjaan apapun harus sepengetahuan Bupati dan Wakil Bupati sebagai penanggungjawab keuangan daerah.
“Jadi harus sepengetahuan kami dan harus diketahui kalau perlu kami menilai karena pengeluaran-pengeluaran yang bisa ekstra, lebih bisa cepat itu harus mendesak dan penting,” tegas Bupati.
“Untuk menentukan penting dan mendesak tidak boleh pemakai anggaran itu yang menentukan, ada pihak lain dan saya perlu ketahui, saya menilai bahwa ini benar-benar penting atau tidak sehingga harus atas pengetahuan kami,” tambahnya.
Bupati Simplisius juga menghimbau kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah merencanakan hal-hal yang bersifat inovatif sehingga Nagekeo dipandang dan dianggap penting oleh daerah lain. Poin pentingnya adalah Nagekeo bisa dijadikan sebagai tempat belajar orang lain atau daerah lain ketika terciptanya inovasi baru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
