Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Melalui Rantai Nilai Peternakan yang Inklusif di NTT

KUPANG, Flobamora-news.com –Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Uni Eropa menuntaskan pendampingan Proyek SCILD (Strong Community Social Organization for Inclusive Livestock Value Chain Development) atau Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Melalui Rantai Nilai Peternakan yang inklusif di NTT. Kegiatan penutupan ini digelar bersama Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pembangunan Kampung (Bengkel APPeK) dan Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSSP), di Kupang, Selasa (27/8).
Implementasi proyek SCILD telah dilakukan pada 5 kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka sejak tahun 2016.

Baca Juga :  OJK Gelar Side Event G20/OECD Corporate Governance Forum

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan posisi sosial dan penguatan ekonomi kaum muda melalui dukungan yang berkelanjutan pada sektor peternakan. Dukungan ini terutama untuk kaum muda perempuan mulai dari umur 18 tahun hingga 29 tahun di Pulau Timor. Selain itu, Diharapkan terjadi peningkatkan jumlah lapangan pekerjaan bagi kaum muda di sektor peternakan dan peningkatan produksi ternak sebagai aset di NTT.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Proyek SCILD yang didanai oleh Uni Eropa sebesar 15.6 Milliar Rupiah memberikan sejumlah pelatihan peningkatan kapasitas kepada 8 OMS (Organisasi Masyarakat Sipil) lokal dan kaum muda. Diantaranya adalah; pelatihan teknis peternakan, pelatihan soft skill (gender &Perlindungan Anak) dan pelatihan penguatan kapasitas organisasi. Melalui pelatihan ini juga akan menjadi kekuatan pendorong bagi kaum muda perempuan dalam meningkatkan partisipasi mereka agar setara dengan kaum muda laki-laki dalam pembangunan ekonomi.
“Bukan hanya keterampilan teknis peternakan dan kewirausahaan, tetapi juga terbentuknya forum diskusi komunitas untuk advokasi peternakan di berbagai level, mulai dari desa dan kecamatan,” ungkap Dini Widiastuti, Exucutive Director Plan Indonesia.

Baca Juga :  Optimalisasi Tanah Transad Untuk Ketahanan Pangan, Wakasad: Demi Kesejahteraan Masyarakat