Proyek SCILD yang didanai oleh Uni Eropa sebesar 15.6 Milliar Rupiah memberikan sejumlah pelatihan peningkatan kapasitas kepada 8 OMS (Organisasi Masyarakat Sipil) lokal dan kaum muda. Diantaranya adalah; pelatihan teknis peternakan, pelatihan soft skill (gender &Perlindungan Anak) dan pelatihan penguatan kapasitas organisasi. Melalui pelatihan ini juga akan menjadi kekuatan pendorong bagi kaum muda perempuan dalam meningkatkan partisipasi mereka agar setara dengan kaum muda laki-laki dalam pembangunan ekonomi.
“Bukan hanya keterampilan teknis peternakan dan kewirausahaan, tetapi juga terbentuknya forum diskusi komunitas untuk advokasi peternakan di berbagai level, mulai dari desa dan kecamatan,” ungkap Dini Widiastuti, Exucutive Director Plan Indonesia.
Lebih jauh lagi, Dini menjelaskan forum advokasi peternakan tersebut turut berpartisipasi dalam Forum Peternak di level Propinsi.
Proyek ini juga sejalan dengan visi dan misi Plan Indonesia untuk mendorong kesetaraan anak perempuan dan perempuan muda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dengan meningkatkan akses kaum muda, terutama perempuan terhadap peluang wirausaha, dalam hal ini melalui proyek SCILD, menjadi salah satu peluang untuk menciptakan pekerjaan yang layak.
Keberhasilan proyek SCILD tak lepas dari dukungan pemerintah daerah diberbagai lini sektoral. Pembinaan berkelanjutan termasuk diantaranya monitoring dan implementasi proyek. Selama tiga tahun program berjalan sedikitnya ada 2002 kaum muda di 40 desa target terlibat dalam program.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
