“Pelayanan ANC yang berkualitas merupakan salah satu upaya strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Karena itu, pelayanan ini harus terus diperkuat dan menjangkau seluruh ibu hamil,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, angka kematian ibu di Kabupaten Timor Tengah Selatan tercatat sebanyak empat kasus, sementara angka kematian bayi mencapai 42 kasus.
Data tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Hingga Mei 2026 jumlah kematian ibu tercatat empat kasus dan kematian bayi sebanyak 42 kasus. Kondisi ini membutuhkan kerja keras bersama seluruh tenaga kesehatan, termasuk bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak,” tegasnya.
Rosince menjelaskan bahwa ANC Terpadu merupakan pelayanan antenatal yang dilakukan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui pendekatan 12T yang mencakup pemeriksaan, pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan masalah kesehatan ibu hamil.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
