Umat Paroki Put’ain diminta Uskup untuk merayakan sukacita pesta emas parokinya dengan memperhatikan hal-hal kongkrit yang dihadapi setiap hari. Termasuk memperhatikan isu-isu ketenagakerjaan [red.TKI/TKW] yang di hadapi pemerintah dan gereja. Dengan demikian umat Katolik bisa berkontribusi untuk pembangunan kehidupan masyarakat yang damai dan bergerak bebas leluasa tanpa takut.
Menurut Uskup Turang, perayaan ulang tahun emas Paroki Put’ain juga sebenarnya perayaan berbagi tentang pemberdayaan. Orang Katolik dan atau Orang Kristen selalu berbicara tentang Kerajaan Allah. Di dalam kerajaan Allah yang dijanjikan oleh Yesus Kristus itu ada tanda-tanda kebenaran dan keadilan serta kedamaian dan sukacita.
Sebagai pengikut Kristus kita harus mewujudkan tanda-tanda itu dalam kehidupan kita setiap hari. Tetapi karena kita sebagai manusia tidak mampu menghadirkan kerajaan Allah, maka yang kita buat adalah menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Pemberdayaan di masyarakat.
“Kita membuat diri kita berdaya supaya kita mampu menghasilkan sesuatu yang benar, membawa sesuatu yang adil, melakukan apa yang membawa damai dan apa yang membawa sukacita. Dengannya dunia kita menjadi satu tempat dimana setiap orang yang hidup di dalamnya merasa aman dan nyaman.” Ungkap Mgr.Turang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
