Gubernur NTT, Melki Laka Lena pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pesta rakyat ini bukan hanya acara seremonial saja, namun harus dimaknai sebagai simbol kebersamaan dalam semangat gotong royong. Usai acara ini, Ia dan Wagub Johni pun siap tancap gas bekerja untuk kepentingan masyarakat NTT.
“Saya dan Bapa Wagub NTT tentu sangat berterima kasih kepada semua pihak, bapa mama masyarakat NTT yang telah mengantarkan kami pada titik ini. Acara ini hasil semangat gotong royong dari semua pihak. Namun setelah acara ini, kami siap tancap gas bekerja untuk masyarakat NTT. Karena kami sekarang jadi miliknya seluruh masyarakat NTT. Artinya hidup kami akan lebih banyak urus masyarakat NTT ketimbang urus keluarga sendiri. Itu sudah konsekwensi jadi pemimpin di daerah,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
“Saya juga ingin sedikit berbagi cerita, pengalaman saat digembleng di Akmil Magelang usai kami dilantik Bapak Presiden Prabowo yang akan menjadi salah satu bekal kami untuk memimpin NTT kedepannya. Ketika retret tersebut, kami banyak sharing pengalaman dengan para kepala daerah dari daerah lain. Dan juga banyak ilmu lain dari para narasumber yang tentunya jadi bekal kami untuk melayani NTT,” tutur Melki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
