Yohanes Rema petani irigasi Lodo Au lainya menilai, kerjasama ini dinilai sangat membantu petani baik dari segi tenaga maupun biaya mulai dari penjemuran, biaya angkutan ke penggilingan bahkan sudah jadi beras pun masih ada pengeluaran tenaga dan biaya angkutan ke pasar.
Direktur BUMDES Maro Karya Marsel Epe menyambut baik wacana kerjasama tersebut. Bumdes Mako Karya yang aktif beroperasi sejak empat bulan terakhir tersebut, selama ini mengolah gabah kering giling menjadi beras berkualitas premium. Gabah kering giling (GKG) dibeli dari petani dengan harga Rp. 7.500 per kilogram, kemudian dijual dalam bentuk beras dengan harga Rp. 14.000 per kilogram yang sudah dikemas dalam kemasan 5 kg.
“Pada prinsipnya kami dari BUMDES Maro Karya sangat berterimakasih dengan Pak Sely yang sudah mengajak petani dari Olakile yang mana rencananya akan mendatangkan bahan baku” ungkap Marsel Epe.
Marsel menjelaskan bahwa BUMDES Maro Karya dengan peralatan canggih mengolah gabah kering giling menjadi beras berkualitas tinggi. Selama ini beras-beras tersebut laku terjual tembus di pasar Swalayan lokal Nagekeo maupun hingga ke luar daerah seperti Lembata, Flores Timur, Ende bahkan hingga ke Kupang. Pihaknya saat ini mengalami kekurangan pasokan bahan baku berupa gabah kering giling.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
