Beranda Hukum & Kriminal Diduga Ada Kecurangan, Masyarakat Desa Teun Tolak Hasil Pilkades

Diduga Ada Kecurangan, Masyarakat Desa Teun Tolak Hasil Pilkades

28
0

BELU, Flobamora-news.com – Diduga ada kecurangan dalam Pilkades Teun, sejumlah masyarakat mengadakan protes ke Kantor DPMD Kabupaten Belu, Rabu (23/10/2019).

Kedatangan puluhan masyarakat Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu itu dengan membawa surat pengaduan dan tuntutan serta sejumlah bukti yang menguatkan gugatan mereka.

Seperti tertera dalam surat pengaduan tersebut, dijelaskan bahwa ditemukan pemilih yang memilih di dua desa yang berbeda atas nama Putriani Noni Buik. Putriani sendiri terdaftar pada dua Desa yaitu, Desa Teun dan Desa Dubesi.

Panitia pemilihan kepala desa Teun memberikan berita acara penghitungan suara kepada para saksi calon untuk ditandatangani sebelum saksi calon menandatangani C Plano. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengrusakan C Plano oleh Wakil Ketua Panitia Stefanus Yan Atok yang disaksikan oleh seluruh masyarakat Desa Teun. Pengrusakan C Palno itu dilakukan karena Yan atok tidak setuju dengan keputusan ketua Panitia terkait dengan sah tidaknya sebuah surat suara.

Selain itu, Terdapat dua orang pemilih yang masih di bawah umur atas nama Vinsensius Bau (15) dan Oktovianus Moruk Mau (12).

Ketua Panitia juga merangkap sebagai ketua PPS di TPS 2.

Selian itu, ada beberapa pengaduan lain lagi seperti jumlah surat suara yang tidak sah mencapai 171 surat suara.

Karena itu, masyarakat Desa Teun menuntut pihak Pemerintah Kabupaten Belu untuk segera melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkades Teun. Masyarakat juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Belu untuk segera mengadakan pergantian seluruh panitia untuk diadakannya PSU Pilkades Teun.

Bila tuntutan masyarakat tersebut tidak diindahkan, maka masyarakat akan dengan tegas menolak Kepala Desa Terpilih periode 2019-2025.

Herminus Mau, salah satu Calon Kepala Desa Teun menuturkan bahwa masyarakat sama sekali tidak menolak hasil Pilkades. Akan tetapi, masyarakat merasa tidak puas dengan kecurangan yang dilakukan dalam prose Pilkades tersebut.

“Kalah-menang dalam politik itu adalah hal yang wajar. Karena itu masyarakat tidak mempermasalahkan soal hasil Pilkades. Yang menjadi persoalannya adalah kecurangan yang dilakukan dalam proses Pilkades tersebut,” ujar Herminus.

Menurut Herminus, kecurangan yang dilakukan dalam proses Pilkades tersebut telah merusak nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Demokrasi. Karena itu, Pemungutan suara ulang adalah solusi yang terbaik agar pemerintahan Desa Teun dapat berjalan dengan baik.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here