Mengenal Sosok Humanis Melki Pote Hadi-Pandangan Balutan Budaya Sumba (4)

KUOANG, Flobamora-news.com – Pemuda sebagai generasi penerus bangsa seharusnya bisa diandalkan oleh pemerintah dan daerahnya, Namun saat Ini pemuda mulai meninggalkan budaya daerahnya karena pengaruh moderenisasi yang telah menggerus kepekaan akan rasa cintanya terhadap kebudayaan.

Perlu adanya regenerasi dan pembenahan karakteristik pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang mampu mengangkat nilai-nilai budaya sebagai puncak budaya nasional. Seperti halnya, Budaya Sumba saat ini telah banyak ditinggalkan nilai-nilai kebudayaanya.

Namun tidak semua generasi muda menyadari pentingnya memelihara nilai tradisi dari sisi kebudayaan sumba. Menjaga nilai budaya sangat identik dengan perkembangan kesenian. Perkembangan budaya pun sangat dipengaruhi juga dengan generasi muda yang menjadi agen perkembangannya.

Baca Juga :  Lexy Kumpul: Generasi Milenial Penentu Kebijakan dan Pemimpin Masa Depan

Saat ini sangat sulit menjaga nilai nilai tradisi yang ada karena pengaruh modernisasi yang sangat cepat penyebarannya. Yang sangat dikhawatirkan saat ini adalah generasi muda pun tidak mengetahui nilai nilai budaya yang banyak mengandung pola tatanan kehidupan yang bisa menjaga keberlangsungan kehidupan dengan sejahtera.

Jika melihat nilai nilai tradisi dari kebudayaan sumba sangat besar pengaruhnya terhadap pembangunan. Kepekaan generasi sekarang terhadap budaya hilang akibat pengaruh orang tua yang tidak mengajarkan nilai-nilai tradisi dari budayanya sehingga generasi sekarang tidak mengetahui nilai besar apa yang terkandung dari budaya sumba.

Baca Juga :  Didukung Ratusan Tokoh Masyarakat dan Adat, Simon Nahak Resmi Daftar di PDIP Malaka

Memang dalam perkembangannya budaya sumba telah jauh ditinggalkan oleh para generasi muda, karena terkesan kuno kampungan dan lainnya. Padahal hal yang dianggap kuno dan kampungan tersebutlah yang bisa menopang pola tatanan kehidupan yang bisa membangun karakteristik bangsa yang dapat diandalkan.

Budaya sumba memang untuk saat ini sudah menunjukan perkembangannya dengan diangkatnya ranah kesenian tradisi. seperti yang dilakukan di Kupang dengan sanggar sanggar yang ada.

Tulisan ini berasal dari redaksi