“Jangan pernah menunda. Setelah thawing, hitungannya bukan lagi menit, tapi detik. Inseminasi harus dilakukan maksimal dua menit setelah straw diangkat dari air,” tegasnya. Ia memperingatkan bahwa paparan suhu ruang yang terlalu lama akan membuat spermatozoa kehilangan motilitas dan viabilitas, yang berujung pada rendahnya angka kebuntingan. “Straw beku setelah thawing diharapkan tidak perlu dikembalikan ke dalam kontainer lagi karena kualitas akan menurun dan mengalami kematian sperma,” tambahnya.
Bupati Kupang, Yosef Lede, yang membuka pelatihan tersebut, tidak ingin ilmu ini berhenti di ruang kelas. “Kerja sama ini harus memberikan dampak nyata. Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti dalam kegiatan pelatihan, tetapi harus dibawa ke lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya tegas. Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Kupang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas ternak, khususnya sapi, yang perlu didukung kepastian berusaha.
Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. “Kerja sama seperti ini penting agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
