Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi ini. “Kerja sama seperti ini penting agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan bahwa pelatihan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan pembelajaran di ruang pelatihan. “Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti dalam kegiatan pelatihan, tetapi harus dibawa ke lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Pelatihan ini memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi peternakan di Nusa Tenggara Timur. Sebagai salah satu daerah produsen sapi utama di Indonesia, NTT menghadapi tantangan ekosistem lahan kering yang dapat menurunkan efisiensi reproduksi ternak. Kekeringan berkepanjangan, stres panas, dan keterbatasan pasokan pakan menyebabkan tingginya angka service per conception (S/C), panjangnya calving interval (CI), serta rendahnya angka konsepsi pada ternak sapi di wilayah ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
