Selain kualitas pekerjaan yang buruk, masyarakat juga menyoroti kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek ini. Pemerintah Desa Spaha dinilai tidak memasang papan informasi proyek yang seharusnya memuat detail penting seperti anggaran, volume pekerjaan, dan kontraktor pelaksana. Akibatnya, warga tidak memiliki akses informasi yang memadai mengenai proyek tersebut.
“Kami tidak tahu berapa dana yang digunakan untuk proyek ini. Papan informasi proyek juga tidak ada. Ini sangat aneh dan menimbulkan kecurigaan,” lanjut warga tersebut.
Ketidakjelasan informasi ini memicu spekulasi di kalangan masyarakat bahwa ada indikasi korupsi dalam pengelolaan dana desa. Mereka menduga, ada mark-up anggaran atau pengurangan volume pekerjaan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri sendiri.
Menanggapi situasi ini, sejumlah tokoh masyarakat Desa Spaha mendesak Pemerintah Kabupaten TTS dan Pemerintah Provinsi NTT untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta Inspektorat Daerah untuk melakukan audit investigasi terhadap penggunaan dana desa yang dialokasikan untuk proyek rabat jalan tani tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
