Puluhan Warga Nangadhero Curhat kepada Tim YNS: “Kami Tidak Tahu Sampai Kapan Harus Bertahan”

Reporter : Marfin
lv 0 20260822141914

NAGEKEO, Flobamora-News.Com —Sabtu 22/08/2026 ||  Kesedihan dan rasa takut masih menyelimuti puluhan warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

 

Demi keselamatan, warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung kini harus ditinggalkan. Di tengah ketidakpastian, mereka hanya bisa bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun dengan keterbatasan.

 

Di lokasi pengungsian, warga berusaha memenuhi kebutuhan hidup seadanya. Mereka membuat tempat penampungan air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, persoalan tidak berhenti di sana.

 

Ketika malam datang, suasana pengungsian berubah menjadi sunyi dan gelap. Minimnya penerangan membuat warga hanya mengandalkan senter untuk menerangi tenda dan lingkungan sekitar.

 

Dalam kondisi seperti itu, rasa takut semakin terasa. Anak-anak harus tidur di tempat seadanya. Para orang tua harus berusaha tetap kuat, meski di dalam hati mereka menyimpan kekhawatiran tentang rumah, keluarga, serta masa depan yang belum jelas.



Exit mobile version