Sementara itu, Hendrik Manurara menambahkan bahwa kepemimpinan mereka akan berlandaskan pada kolaborasi dan keterbukaan. “Kami ingin menghadirkan BEM yang terbuka, aktif, dan solutif terhadap berbagai persoalan mahasiswa. Setiap suara mahasiswa penting, dan setiap ide berharga,” ujarnya.
Keduanya dikenal sebagai sosok mahasiswa yang aktif, visioner, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan kampus. Dengan semangat kebersamaan, mereka mengajak seluruh mahasiswa Politani Kupang untuk ikut berpartisipasi aktif dalam setiap gerakan BEM.
“Harapan besar dari saya, saya mengajak seluruh mahasiswa Politani untuk sama-sama berpartisipasi aktif, karena perubahan hanya bisa terjadi kalau kita bergerak bersama,” tegas Rendy.
Dengan terpilihnya Rendy Sanggur dan Hendrik Manurara, mahasiswa Politani Kupang menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru yang membawa semangat progresif, solutif, dan kolektif. Kepemimpinan mereka diharapkan menjadi babak baru bagi BEM Politani Kupang—sebagai wadah perjuangan mahasiswa yang hidup, inspiratif, dan berorientasi pada perubahan nyata.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
