Kerusakan ini tentu saja berdampak pada ekonomi warga yang mana sangat tergantung dari hasil penjualan Komoditas perkebunan khususnya tanaman umur panjang. “Kalau kita perhatikan secara nyata itu kerugian menang tidak sedikit, kebun hancur, ini bagaimana sudah ekonomi kami sangat bergantung pada hasil perkebunan, biaya hidup sampai biaya anak sekolah” ungkap Paskalis Nua warga Kampung Pajoreja saat ditemui Selasa 23 September 𝟤𝟢𝟤𝟧.
Ekonomi Terganggu Produksi Sirup Pala Menurun
Kebun dan tanam tumbuh yang rusak akibat banjir mayoritas milik masyarakat Kampung Pajoreja dan Nuamuri. Pemerintah Desa Ululoga mencatat kurang lebih 65 Kepala Keluarga yang dilaporkan mengalami kerugian.
Kerusakan tanam perkebunan sangat menggangu ekonomi masyarakat sebab, warga setempat selama ini berharap pada komoditas perkebunan untuk menunjang ekonomi keluarga.
Selain Cengkeh dan Vanili, Pala merupakan salah satu komoditas unggulan yang diandalkan petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Buah yang sudah dipecah biasa dijual dengan kisaran harga Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan yang belum pecah Rp 40 ribu. Sementara untuk Fuli atau bunga pala dibanderol dengan harga Rp. 200 ribu per kilogram.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
