“Untuk pala ini, satu pohon bisa menghasilkan 50 kg, apalagi panen setiap hari tidak mengenal musim’ ujarnya.
Selain berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat, kerusakan tanaman perkebunan terutama Pala karena bencana berakibat menurunnya produksi Sirup Pala yang selama ini diproduksi di kampung wisata Pajoreja.
Kelompok Dasawisma Kampung Pajoreja selama ini memproduksi sirup pala yang diolah dari kulit buah pala hingga menjadi minuman segar yang siap dikonsumsi. Oca, salah satu pegiat UMKM Kampung Pajoreja menyebut, satu pohon sirup pala biasa memproduksi hingga 6 botol sirup yang siap dipasarkan.
Warga Pajoreja mengaku, dengan adanya kerusakan cukup masif terhadap tanaman perkebunan sangat berimbas terhadap produktivitas sirup pala. “Memang kalau menurun sudah pasti karena ribuan pohon hilang” ujar Ocha.
Di hari yang sama, anggota DPRD Nagekeo Fraksi Nasdem Thomas Mega Maso meninjau langsung sejumlah titik kebun warga Desa Ululoga yang rusak diterjang bencana.
Mega Maso menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas terkait untuk turun ke lapangan mengidentifikasi segala kerugian di sektor pertanian dan perkebunan masyarakat terdampak secara komperhensif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
