Rohani  

Demi Keselamatan Hidup Keluarga Yakob, Allah Mengutus Yusuf ke Mesir

FlobamoraNews

Kejadian, 44:18-29
Matius, 10:7-15

BELU, Flobamora-news.com – Israel adalah bangsa pilihan Allah. Sejak Allah mewahyukan diri kepada Bapa-Bapa Bangsa, yang disertai perjanjian, Allah selalu setia menyertai dan menuntun umat-Nya menuju tanah terjanji. Allah tak pernah mengingkari janji, meski manusia sering berubah setia.

Kisah Yusuf dalam bacaan pertama hari ini menggugah setiap kita tentang kasih dan kerahiman Allah selalu kepada umat pilihan-Nya. Dalam situasi sulit apa pun itu, Allah selalu mengutus seorang untuk menjadi penyelamat bangsa Israel, yang kadang dalam dinamika perutusan itu sering tidak sesuai dengan logika manusia.

Baca Juga :  Doa Pagi Katholik

Pada titik ini kita diingatkan bahwa, “Jalan-Ku bukanlah jalanmu, pikiran-Ku bukanlah pikiranmu. Bagi Allah, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya”.

Setiap kita para beriman diajak untuk selalu optimis tentang penyertaan Tuhan dalam setiap ziarah dan perjuangan kita menuju tujuan. Bahwasanya Allah tidak pernah meninggalkan kita, meskipun kita sering meninggalkan-Nya. Dia telah memanggil dan mengutus kita, maka Dia pula yang akan mendekorasi kehidupan kita.

Yang terpenting dari kita ialah turuti kehendak roh yang ada dalam diri kita. Bukan keinginan daging yang sering membelenggu. Sebab barang siapa yang taat dan menuruti kehendak rohnya, ia selalu berpotensi untuk tunduk dan taat kepada kehendak Allah dan rencana besar keselamatan-Nya bagi umat manusia.

Baca Juga :  Pemuda Katolik di Manggarai Raya Gelar Muskomcab dan Mapenta

Tentang perutusan ini, Yesus adalah Putra Tunggal Allah yang diutus untuk misi keselamatan ini. Dialah utusan yang sejati.

Bacaan Injil hari ini, menggugah setiap pengikut Kristus untuk menyadari hakikat hidupnya. Hakikat hidup untuk dipanggil dan diutus sebagaimana Kristus sendiri telah diutus oleh Allah Bapa.

Ketika kita diutus, sebenarnya kita sedang memainkan peran penyelamat. Penyelamat yang dimaksud di sini ialah sarana di Tangan Tuhan untuk menyelamatkan sesama manusia; sebab hanya Kristus Penyelamat sejati dan tunggal.

Tulisan ini berasal dari redaksi