Rohani  

Di Mata Tuhan Kita Semua Sama

FlobamoraNews

1 Timotius, 4:12-16
Lukas, 7:36-50

BELU, Flobamora-news.com – Salah satu hal yang membuat orang Farisi sering menciptakan konflik dengan Yesus ialah ketika Yesus dilihat sedang bergaul dengan orang-orang berdosa.

Situasi pada waktu itu –para pendosa, penjahat, ataupun yang sakit –dipandang najis. Maka orang yang bergaul dengan mereka adalah najis.

Yesus justru berpikir sebaliknya, hanya orang sakit yang membutuhkan dokter, bukan orang sehat. Hanya mereka yang hilang perlu dicari.

Yesus datang untuk mencari mereka yang hilang, supaya dibawa kembali kepada Jalan, kebenaran dan hidup.

Baca Juga :  Kemenag: Keberangkatan Umrah Harus Melalui PPIU

Makin kita menjauh dari mereka yang berdosa, jahat dan sakit, makin jauh pula kita dari keselamatan. Apalah arti KESELAMATAN itu, jika tidak berati bagi yang berdosa, sakit, dan termarginalkan?

Menarik dalam bacaan injil hari ini Yesus menggugah orang farisi dan juga kita semua, dengan cerita ini: Ada dua orang berhutang pada seorang pelepas uang. Yang seorang 500 dinar dan yang lain 50 dinar. Karena tidak sanggup membayar, maka hutang mereka dihapuskan.

Dari antara keduanya, siapakah yang lebih mengasihi pelepas uang? Tentu yang punya banyak utang. Demikianpun dengan orang berdosa. Mereka akan lebih sungguh mengasihi dan dikasihi oleh Allah. Namun, yang terpenting adalah kemurnian hati untuk bertobat.

Baca Juga :  Pemuda Belu Buat Petisi Kepada Jokowi Untuk Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Yang terakhir bisa menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu bisa menjadi yang terakhir. Demikianlah logika Allah dalam kerangka keselamatan manusia. “Jalan-Ku bukanlah jalanmu, pikiran-Ku bukan pikiranmu”.

Pada akhirnya setiap kita diajak untuk lebih peka dan peduli kepada orang berdosa dan yang sakit supaya mereka dibawa kembali untuk berjumpa dengan Allah dan kembali pulih dalam Tangan kasih dan kerahiman Allah. Amin.


Tulisan ini berasal dari redaksi