Beranda Internasional Ini Petunjuk Praktis Pastoral Keuskupan Atambua Selama Masa Paskah 2020

Ini Petunjuk Praktis Pastoral Keuskupan Atambua Selama Masa Paskah 2020

587
0

Belu, Flobamora-news.com – Setelah meniadakan berbagai pelayanan sakramental sejak tanggal 20 Maret 2020 hingga 28 Maret 2020, Keuskupan Atambua akhirnya kembali mengeluarkan sebuah surat edaran terkait Petunjuk Praktis Pastoral Perayaan Liturgi Hari Minggu V Prapaskah, Minggu Palem, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, Minggu Paskah, dan Minggu-minggu dalam masa Paskah selama masa Social/Physical Distancing untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19 dengan.

Surat edaran bernomor Prot. No: 75/2020 yang ditandatangani Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku pada tanggal 26 Maret 2020 itu memberikan himbauan dalam enam poin penting untuk diikuti oleh para Imam, Biarawan/wati, dan seluruh umat Allah yang ada di Keuskupan Atambua.

Berikut isi surat edaran tersebut sebagai berikut:
PETUNJUK PRAKTIS PASTORAL PERAYAAN LITUTGI HARI MINGGU V PRAPASKAH, MINGGU PALEM, KAMIS PUTIH, JUMAT AGUNG, SABTU SUCI, MINGGU PASKAH, DAN MINGGU-MINGGU DALAM MASA PASKAH SELAMA MASA SOCIAL/PHYSICAL DISTANCING UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

Para Imam, Biarawan/wati, dan seluruh umat se-Keuskupan Atambua yang terkasih. Salam jumpa kembali dalam damai-sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus.

Berdasarkan penetapan WHO tentang Social Distancing (Penjarakan Sosial) yang ditegaskan dengan Physical Distancing (Penjarakan Fisik) yang telah diterima dan diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, Dekrit Congregatio de Culto Divino et Disciplina Sacramentorum No. Prot 153/20 dan Himbauan dan Petunjuk Praktis Pastoral Uskup Atambua : Perang Melawan Virus Corona, maka dengan ini disampaikan lebih lanjut petunjuk dan Himbauan Praktis Pastoral sebagai berikut:

1. Jalan Salib setiap Jumat selama masa Prapaskah hingga Pekan Suci, perayaan hari Minggu Paparkan V (29 Maret 2020), Minggu Palem, Hari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, Minggu Paskah, dan Minggu-minggu dalam Masa Paskah TETAP DIRAYAKAN DI GEREJA PUSAT PAROKI, TANPA KEHADIRAN UMAT. Untuk menjawab kerinduan umat, rangkaian perayaan dapat difasilitasi dengan sosial media (online, live-streaming). Para petugas Liturgi hendaknya dibatasi, dengan tetap menjaga jarak fisik (3-4 Meter antar orang). Umat Allah dapat mengikuti perayaan melalui media sosial atau berdoa dengan tekun di rumah masing-masing. Doa-doa dan bacaan disiapkan komisi Liturgi KA dan disebarluaskan lewat WhatsApp Group. Para Pastor/ Imam tidak diperkenankan melaksanakan perayaan misa di Kepala Stasi/Lingkungan/KUB. Selama doa atau perayaan Misa online berlangsung, umat dilarang berontak dengan pihak lain melalui HP atau melakukan kegiatan lain di luar hal-hal yang terkait dengan Perayaan Liturgi. Pada saat komuni, umat tetap mengarahkan hati kepada Tubuh dan Darah Kristus yang dihunjukan Imam/Pastor dan melakukan Komuni Batinia (Komuni Kerinduan).

2. Sebagai Bagian dari Gereja Kristus, Kita tetap didesak untuk rela bersama APP, yang nantinya akan digunakan bagi kepentingan pelayanan pastoral Gereja bagi semua pihak yang berdampak Covid-19.

3. Selama masa pemberlakuan Social/Physical Distancing, segala aktivitas pastoral dan pelayanan sakramental yang berpotensi mengumpulkan banyak orang, SECARA MUTLAK DITIADAKAN. Ijinan untuk menerimakan Sakramen Pengatapan Orang Sakit sangat dibatasi, hanya diperkenankan bagi pasien Rumah Sakit non-ODO/PDP Covid-19 dan selalu harus dengan ijinan otoritas medis di Rumah Sakit. Pelayanan pemakaman jenazah dibatasi hanya untuk pemberkatan jenazah dan pemberkatan kubur kosong untuk orang mati non-Covid-19, yang dilakukan oleh Imam/Pastor dibantu petugas terbatas, dengan tetap menjaga jarak aman. Tidak diperkenankan pelayanan sakramental dan pastoral untuk ODP/PDP dan korban Covid-19.

4. Selama masa pemberlakuan Social/Physical Distancing, para Imam dan umat Allah tidak diperkenankan berkumpul dan berkerumun, saling mengunjungi, atau melakukan kontak fisik, dengan tujuan agar kita sungguh menjadi bagian aktif, sadar dan bertanggungjawab dalam upaya pencegahan penyebarluasan Covid-19 yang kini mengancam nyawa banyak orang, termasuk kita semua.

5. Mari kita tetap menjaga sistem imunitas diri kita secara rohani dan jasmani dengan tetap beriman dan berpasrah kepada Tuhan, berdoa lebih rajin dan tekun agar kerohanian dan kesalehan pribadi kita dipupuk dengan baik sehingga bertumbuh dan berkembang, dalam koridor tanggungjawab iman dan moral kita untuk kesalehan hidup seluruh umat manusia dan dunia. Mari kita camkan: bila seorang dari kita tertular, kita semua akan direpotkan dan dimasukkan dalam situasi yang sangat sulit dan berat.

6. Bapa Suci Paus Fransiskus kita berdoa untuk keselamatan para Covid-19 yang telah meninggal dunia, mereka yang sedang dirawat, dan mereka semua yang harus menanggung beratnya beban hidup akibat Covid-19.

Terima kasih untuk perhatian, pengertian, dan kerjasama yang baik. Kiranya Tuhan selaku berkenan memberkati, melindungi, dan melimpahkan segala yang baik bagi umat-Nya.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here