Beranda Rohani Ketua NU: Pesparani NTT Ajang Toleransi Antar Umat Beragama

Ketua NU: Pesparani NTT Ajang Toleransi Antar Umat Beragama

54
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Ketua Nadatul Ulama (NU) NTT, Ahmad Jamaluddin diangkat jadi Ketua Pesta Paduan Gerejani Katolik (Pesparani). Hal ini membuktikan bahwa toleransi umat beragama di Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat luar biasa ini patut dicontohi oleh Provinsi lain yang ada di Indonesia. Saya memberikan apresiasi kepada Gubernur dan umat katolik di NTT, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai ketua panitia Nasional Pesparani untuk menyukseskan kegiatan rohani ini.

Dirinya merasa tugas yang dipercayakan ini kiranya dapat memberi contoh bagi daerah lain di Indonesia, tentang arti toleransi antar umat beragama.

Panitia Pesparani ( Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik ) Nasional II resmi melauching sayembara logo dan mars Pesparani Nasional di Kupang NTT, rabu ( 12/2/2020 ).
Bertempat di Sekretariat Pesparani, yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem.

Hadir pada saat launching sayembara logo dan mars Pesparani Nasional, Ketua Nahdlatul Ulama NTT sekaligus Ketua Umum Pesparani Nasional II, H. Jamaludin Ahmad, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus, perwakilan dari Polda NTT, AKBP Domi Yampormase dan Romo Dus Bone.

Ketua pelaksana Pesparani Nasional, Sinun Petrus Manuk dalam laporannya menyampaikan bahwa sayembara logo dan mars pesparani yang dilakukan mempunyai beberapa persyaratan yakni, terbuka untuk umum, WNI dan berusia di atas 17 tahun, atas nama perorangan (berlaku Nasional), peserta tidak dipungut biaya pendaftaran, peserta melampirkan identitas diri dengan scan KTP atau SIM dan peserta wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan diatas materai.

Selain itu untuk sayembara mars mempunyai ketentuan yakni dengan satu karya memiliki kesesuaian dengan tema Pesparani Katolik Tingkat Nasional II 2020, Lirik mencerminkan nilai-nilai universal Gereja Katolik, nilai kebangsaan, kebhinekaan dan kerukunan, Lirik tidak menyinggung atau melanggar atau mengejek atau mencemooh atau bersifat SARA atau Hoax.

Selanjutnya Durasi lagu maksimal 3-5 menit terdiri dari 2 ayat dan refrain, bentuk lagu strofik disertai partitur (format PDF) notasi balok dan notasi angka dalam 1 suara, Peserta wajib menyertakan rekaman asli, partitur lagu dan lirik, dengan format lagu atau mars, MP3, Lagu atau mars yang diciptakan harus dilengkapi dengan penjelasan tentang makna yang terkandung filosofi di dalamnya.

Untuk hadiah yang diterima oleh pemenang dari kedua sayembara ini, panitia akan memberikan 20 juta dan sertifikat bagi pemenang sayembara logo sedangkan 30 juta dan sertifikat untuk sayembara mars.

Logo dan mars yang telah dipilih akan digunakan dalam kegiatan Pesparani Nasional II.
Tahapan lomba untuk dua sayembara ini dimulai dengan tahapan pendaftaran dan pemasukan karya dari tanggal 11 Februari hingga 19 Maret 2020 pukul 23.59 WITA. Penjurian dari tanggal 20-27 Maret 2020. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah tanggal 28 Maret 2020.

 


Reporter: RSisca De Sousa


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here