Beranda Rohani Selalu Akan Kembali Karena Kita Punya Asal dan Tujuan

Selalu Akan Kembali Karena Kita Punya Asal dan Tujuan

30
0

Yunus, 1:1-10
Lukas, 10:25-37

Sebuah kisah lucu tapi menegangkan dan berhikmah.

Kisah Nabi Yunus…
Mau lari dari hadapan Tuhan ke Tarsis karena hendak diutus ke Niniwe. Nabi Yunus menolak perutusan Tuhan karena merasa tak layak. Akan tetapi, makin menjauh Nabi Yunus berlari, Tuhan tak pernah tinggal diam.

Nabi Yunus menjadi biang untuk sebuah pelayaran. Nabi Yunus akhirnya dibuang ke dalam laut, ditelan ikan selama tiga hari dan ia pun dimuntahkan ikan ke darat.

Yunus baru tahu rasanya, ternyata MENOLAK PERUTUSAN itu bukan sebuah perkara gampang… hehehehe… siapa suruh lari?

Hidup adalah sebuah perutusan. Tak boleh mengelak dan lari dari sebuah perutusan.
Turuti kehendak DIA yang mengutus, karena DIA tahu apa yang harus kita katakan dan lakukan. Berserah dirilah kepada-Nya.

Seorang Ayah tak mungkin memberi batu, ketika anaknya meminta roti. Seorang ayah tak mungkin memberi ular, ketika anaknya meminta ikan. Seorang ayah tak mungkin membiarkan anaknya berjalan sendirian, jika dia tahu itu perjalanan yang berbahaya. Seorang ayah tak mungkin menyuruh anaknya tanpa sebuah alasan yang jelas. Seorang ayah tahu apa yang harus anaknya lakukan untuk sebuah masa depan yang cerah.

Begitu pun dengan Allah. Dia yang menghadirkan dan mengutus, maka Dia tahu apa yang harus dikatakan dan dilakukan. Dia tahu apa yang untuk mencapai tujuan. Dia tahu untuk apa semuanya itu dinyatakan. Dialah awal dan akhir hidup kita. Maka, Dia pula yang akan menjadikan semuanya itu indah pada waktu-Nya.

Yakin dan pastikanlah itu dalam hidupmu. Ketakutan dan keraguan yang membuat kita sulit dan kesulitan yang membuat kita takut dan ragu.

Nabi Yunus akhirnya kembali. Kita pun harus selalu kembali kepada-Nya.
“Jalan-Ku bukanlah jalanmu, pikiran-Ku bukanlah pikiranmu”.
Yunus… Yunus…! Riwayatmu dulu. Sedari dulu kala perhatian insani beriman.
Ketahuilah, Sejak kita dibaptis dan menjadi Pengikut Kristus… perutusan untuk mewartakan Kerajaan Allah itu visi dan misi utama.

Seperti NKRI harga mati, demikianlah juga perutusan kita untuk menyatakan Tuhan itu harga mati. Bahkan setelah mati pun kita tetap menjadi pewarta-pewarta Tuhan yang setia.
Insaflah…Hidup manusia selalu akan kembali. Siapa pun itu, dari ujung bumi yang satu ke ujung bumi yang lain, kita tetap akan kembali ke tempat asal.

Sabda Tuhan: “Manusia memang berada di dunia ini, namun bukan berasal dari dunia ini”.
Manusia berasal dari Surga. Berada di dunia hanya untuk menyatakan visi dan misi karya besar kuasa dan kerahiman Allah. Setelah itu harus akan kembali.

Untuk penguatan sebuah perutusan, kepada kita telah Tuhan ajarkan doa yang paling baik dan benar:
DOA BAPA KAMI,
Bapa kami yang ada di Surga,
Dimuliakanlah nama-Mu,
Datanglah Kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu,
Di atas bumi seperti di dalam Surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami,
Dan janganlah masukan kami ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dengarkan dan doakanlah selalu dalam hari-hari hidupmu. Itulah ibadahmu yang sejati.

Kita akan selalu dikembalikan atau ditemukan dalam setiap kehilangan kita. Karena Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia. Amin.


Reporter: Rm. Even Seran, Pr


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here