Rohani  

Selalu Akan Kembali Karena Kita Punya Asal dan Tujuan

FlobamoraNews

Yunus, 1:1-10
Lukas, 10:25-37

Sebuah kisah lucu tapi menegangkan dan berhikmah.

Kisah Nabi Yunus…
Mau lari dari hadapan Tuhan ke Tarsis karena hendak diutus ke Niniwe. Nabi Yunus menolak perutusan Tuhan karena merasa tak layak. Akan tetapi, makin menjauh Nabi Yunus berlari, Tuhan tak pernah tinggal diam.

Nabi Yunus menjadi biang untuk sebuah pelayaran. Nabi Yunus akhirnya dibuang ke dalam laut, ditelan ikan selama tiga hari dan ia pun dimuntahkan ikan ke darat.

Yunus baru tahu rasanya, ternyata MENOLAK PERUTUSAN itu bukan sebuah perkara gampang… hehehehe… siapa suruh lari?

Baca Juga :  Danrem 161/Wira Sakti Adakan Silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Kupang

Hidup adalah sebuah perutusan. Tak boleh mengelak dan lari dari sebuah perutusan.
Turuti kehendak DIA yang mengutus, karena DIA tahu apa yang harus kita katakan dan lakukan. Berserah dirilah kepada-Nya.

Seorang Ayah tak mungkin memberi batu, ketika anaknya meminta roti. Seorang ayah tak mungkin memberi ular, ketika anaknya meminta ikan. Seorang ayah tak mungkin membiarkan anaknya berjalan sendirian, jika dia tahu itu perjalanan yang berbahaya. Seorang ayah tak mungkin menyuruh anaknya tanpa sebuah alasan yang jelas. Seorang ayah tahu apa yang harus anaknya lakukan untuk sebuah masa depan yang cerah.

Baca Juga :  To Following Lord is Difficult

Begitu pun dengan Allah. Dia yang menghadirkan dan mengutus, maka Dia tahu apa yang harus dikatakan dan dilakukan. Dia tahu apa yang untuk mencapai tujuan. Dia tahu untuk apa semuanya itu dinyatakan. Dialah awal dan akhir hidup kita. Maka, Dia pula yang akan menjadikan semuanya itu indah pada waktu-Nya.

Yakin dan pastikanlah itu dalam hidupmu. Ketakutan dan keraguan yang membuat kita sulit dan kesulitan yang membuat kita takut dan ragu.

Nabi Yunus akhirnya kembali. Kita pun harus selalu kembali kepada-Nya.
“Jalan-Ku bukanlah jalanmu, pikiran-Ku bukanlah pikiranmu”.
Yunus… Yunus…! Riwayatmu dulu. Sedari dulu kala perhatian insani beriman.
Ketahuilah, Sejak kita dibaptis dan menjadi Pengikut Kristus… perutusan untuk mewartakan Kerajaan Allah itu visi dan misi utama.

Tulisan ini berasal dari redaksi