“Pernyataan ditutupnya Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati disampaikan dalam rapat pada tanggal 21 September lalu. Setelah itu, kami hanya diminta untuk datang membantu Investor mengemas barang-barang”. Demikian beber salah seorang perawat yang enggan disebutkan namanya.
Dikatakan bahwa sempat ada adu mulut antara pihak investor dan direktur lantaran sang direktur meminta tambahan gaji padahal dirinya belum mampu memenajemen rumah sakit yang baru dirintis itu dengan baik. Karena itulah, pihak investor memilih untuk menutup rumah sakit itu.
Pada tanggal 21 samapi dengan tanggal 25 September 2019, barang-barang RS Sumber Kasih Sejati diangut keluar dengan menggunakan sebuah mobil pickup menuju sebuah bangunan kosong di depan Apotek Sumber Sehat Atambua. Selama lima hari itu, para karyawan bekerja ekstra hingga malam hai untuk membantu investor memindahkan barang-barang tersebut.
Direktur RS Sumber Kasih Sejati Atambua, dr. Hendrik Roman Klaran sudah beberpa kali dihubungi media ini via telepon pun tak pernah diangkat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
