Sore itu, lapangan Pancasila berubah menjadi lautan manusia, semua datang dengan satu tujuan menyaksikan dimulainya turnamen sepak bola Boawae Cup VI yang kembali dihidupkan setelah sekian lama.
Mengenakan baju kaos putih bertuliskan Panitia Boawae Cup 6, Vitalis Bai melangkah pasti maju ke depan memegang selembar map biru. Kacamata hitam tergantung santai di leher bajunya. Saat lensa hitam memantulkan cahaya sore, menambah kesan tenang dan elegan pada wajah sang Ketua Panitia.
Dengan nada penuh semangat, Camat Boawae ini menyampaikan harapannya agar turnamen ini bukan hanya semata pertandingan mencari kemenangan serta mengasah skill mengolah si kulit bundar oleh para pemain akan tetapi lebih dari itu menjadi ajang mempererat silaturahmi.
“Selain sebagai ajang kompetisi juga sebagai wadah mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa, turnamen ini diharapkan menciptakan kenangan indah dan mempererat silaturahmi” ungkap Vitalis dalam sambutannya.
Momen puncak terjadi ketika Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menendang bola pertama sebagai tanda resmi dimulainya pertandingan. Sorakan membahana dan para pemain langsung beraksi di lapangan hijau. Di pinggir lapangan, wajah-wajah penuh semangat dan tawa menandai dimulainya hari-hari seru yang akan mengisi suasana dengan euforia sepak bola.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
