Turnamen ini menjadi lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Ia adalah ruang temu bagi masyarakat pencinta sepakbola, tempat tawa dan semangat bersatu. Para pedagang kecil berharap dagangannya laris, anak-anak menunggu giliran menjadi pemain masa depan, dan para penonton menikmati setiap detik laga di bawah langit biru sore.
Dalam acara pembukaan itu, pria asal Nangaroro ini juga mengingatkan para pemain dan suporter agar menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play di setiap pertandingan. Sebab, menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah semangat kebersamaan, sportivitas, dan menjadikan olahraga sebagai perekat persaudaraan.
Turnamen yang diikuti oleh 16 tim dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Boawae ini diketahui merupakan turnamen yang telah lama mati suri. Di tangan Vitalis turnamen itu kemudian dihidupkan kembali. Boawae Cup VI menjadi momentum kembali bergeloranya Turnamen Boawae Cup, dimana yang dulu pernah menorehkan sejarah tersendiri bagi kemajuan Olahraga Sepak Bola di Ngada dan Nagekeo.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
