Sebelum Ada Program Plan Indonesia, Warga Bo’arebhe Minum Air Kali

1719977974802
Sumur Bor Bantuan Plan Indonesia, Photo dok: Flobamoramews.com

“Yang ambil air di sumur kecil di tengah kali itu biasanya musim panas, kalau musim hujan tidak bisa apalagi banjir terpaksa gayung saja soalnya kami disini air tidak ada” ucapnya.

Krisis air bersih yang sudah berlangsung lama ini membuat sanitasi lingkungan masyarakat maupun kesehatan keluarga menjadi tidak diperhatikan dengan baik. Meski sebagian rumah warga memiliki jamban akan tetapi mereka lebih cenderung buang air besar di hutan akibat ketiadaan air.

“Dulu kamar WC di rumah hampir tidak ada, kalau mau buang air di hutan” tuturnya.

Cerita tentang sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih yang sehat dan higienis juga dikisahkan Damianus Meo Oma (78). Menurut Damianus, warga Bo’arebhe dan sekitarnya mengalami kelangkaan air bersih sejak dulu. Satu-satunya sumber air bagi warga adalah air kali yang diambil secara langsung maupun endapan sumur kecil.

“Dari dulu kami hanya harap air kali, ambil langsung di kali, kalau kami dulu biasanya pakai bambu, pikul bawa ke rumah” cerita Damianus.

Konsumsi air kali tentu saja berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, pasalnya air yang diminum tidak menjamin kualitasnya. Belum lagi di musim kemarau hewan ternak masyarakat juga mengkonsumsi air kali. “Kalau musim panas biasa ternak seperti sapi, kerbau itu turun dari gunung ke bawah kali cari air. Kami terpaksa ambil saja mau bagaimana lagi tidak ada air” katanya.



Exit mobile version