Sejarah Hadirnya THS-THM di Keuskupan Atambua

20190912 114640

Dalam perjalanannya, THS mendapat banyak sekali tantangan. THS-THM sejak awal mengajarkan bagaimana seorang anggota harus bisa menghayati ayat dalam kitab suci dalam hidupnya sehari-hari. “Ternyata kita mengikut Yesus itu tidak mudah”, ujar Wati Mali.

Di tempat lain, beberapa waktu sebelumnya, salah seorang Dewan Pendiri THS-THM, Rm. Hadi disuspensi di Keuskupan Agung Jakarta karena banyak melalaikan tugas pastoralnya. Rm. Hadi lebih banyak memberi waktu untuk mengembangkan THS-THM ke seluruh Nusantara. Rm. Hadi pun taat dengan suspensi yang diberikan oleh Uskup Agung Jakarta dengan tidak pergi ke mana pun.

Ha ini berdampak pada THS-THM di Keuskupan Atambua. Bapak Uskup Atambua saat itu, Mgr. Antonius Pain Ratu, SVD dengan tegas menyatakan di atas mimbar gereja bahwa THS-THM adalah sebuah aliran sesat.

“Kehidupan anggota THS-THM pada awal mula hampir sama persis dengan kehidupan para rasul pada jaman dahulu. Kami sering berkumpul, berdoa bersama, dan memecahkan persoalan bersama”, kisah Wati.



Exit mobile version