Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rohani  

Seminari Ledalero Sudah Mengirim Lebih dari 1.000 Misionaris ke Luar Negeri

Avatar photo

Jakarta, Flobamoranews.com – Misionaris Societas Verbi Divini (SVD), Misinorais Serikat Sabda Allah, masuk Pulau Flores tahun 1915 dan 22 tahun kemudian mendirikan Seminari Tinggi Ledalero. Para misionaris asal Eropa itu terpanggil untuk menyebarkan Injil ke wilayah yang belum mengenal Yesus. Pengorbanan mereka membuahkan hasil menakjubkan. Selain mengubah Flores menjadi “Pulau Katolik”, 46 tahun kemudian, terhitung sejak SVD mendirikan Seminari Tinggi Ledalero, 1937, Flores mampu mengirimkan misionaris ke luar negeri. Pada 1983, untuk pertama kalinya SVD Flores mengirimkan dua imam ke Madagaskar.

Jika dihitung sejak SVD menginjakkan kaki di Flores, arus balik, ternyata, terjadi setelah 68 tahun. Arus balik itu bisa dibilang lama dan juga bisa dibilang cepat. Disebut lama jika dihitung sejak Ordo Dominican masuk Flores bersama saudagar Portugis tahun 1630. Namun, cukup singkat jika dilihat dari masuknya SVD ke Pulau Bunga tahun 1915 dan pendirian Seminari Menengah Lela 1926, Seminari Menengah Mataloko 1929, dan Seminari Tinggi Ledalero 1937.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sepuluh tahun terakhir, demikian Pater Pice Dori SVD, Seminari Tinggi Ledalero (STL) sudah mengirim 500 imam SVD ke 46 negara, termasuk negara-negara Eropa yang pada abad lalu mengirimkan misionaris ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke Flores. “Tapi, kalau dilihat sejak 1983, saat Flores mengirimkan dua imam ke Madagaskar, pastor SVD yang sudah dikirim dari Flores mencapai 1.035 orang,” jelas Pater Pice SVD usai perayaan Ekaristi di Kota Wisata, Bogor, Minggu (02/07/2023).

Baca Juga :  Istighosah Akbar 1 Abad NU di Nagekeo Doakan Keselamatan Bangsa dan Pemilu Damai 2024

Pada perayaan Ekaristi ini, STL menampilkan koor untuk mendapatkan sumbangan dan donasi dari umat. Selain menampilkan 19 frater anggota koor di sejumlah paroki, STL juga menggelar konser musik di Kafe Toba Dream, Sabtu, 8 Juli 2023. Tim STL masih menunggu giliran untuk menampilkan koor di sejumlah paroki yang hingga tulisan ini diturunkan belum mendapatkan jadwal. Jadwal di paroki kaya —seperti Paroki Kelapa Gading Paroki Menteng, Paroki Kapuk, Paroki Cilandak, dan Paroki Blok B— cukup padat. Mereka harus menunggu tiga-empat minggu. Sementara para mahasiswa STL yang datang “ngamen” menggunakan masa liburan mereka.

Baca Juga :  Pejabat Gubernur: Masyarakat Memaknai Natal 2023 Harus Memiliki Obsesi Membangun NTT Ke Depan Yang Lebih Baik

Membiayai Calon Imam

Saat ini, 339 frater (calon imam) SVD sedang menjadi mahasiswa di STL. Untuk menghasilkan seorang imam, biaya pendidikan dan biaya hidup setiap frater yang ditanggung manajemen STL sebesar Rp 12,8 juta setahun. Pada masa lalu, sebagian besar biaya pendidikan dan biaya operasional STL ditanggung para donator di Eropa.

Namun, sejarah berubah dan secara drastis dialami STL sejak Pater George Ludwig Kirchberger SVD meninggal dunia, 5 Juni 2023 di Maumere, Sikka, Flores pada usia 76 tahun. Imam kelahiran Jerman itu hampir 50 tahun mengajar teologi di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. Pada 9 September 2022, Sekolah Tinggi Seminari St Paulus Ledalero resmi berubah menjadi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No.439/E/O/2022.