Kehadiran “tikus berdasi” tidak hanya mengundang tawa dan sorak penonton, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat di tengah perayaan kemerdekaan.
“Aku bangga jadi koruptor, dana bansos, Kami tidak takut Tuhan, kami takut aksi kami ketahuan” demikian tulisan pada sebuah wadah berbentuk kotak yang dihiasi uang mainan.
Tidak hanya pelajar dari SMAK Baleriwu, sendirian terhadap praktik korupsi di negeri ini juga disampaikan pesan tersirat oleh Pelajar dari Madrasah Alyah Negeri (MAN) Marapokot. Mereka membawa aneka ornamen dan hiasan sebagai pesan menyindir Koruptor. “Uang rakyat untuk pejabat” demikian sindiran mereka.
Pantauan FlobamoraNews, rombongan Karnaval disambut oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada didampingi Forkompinda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
