Keadaan ini semakin memprihatinkan karena beberapa sekolah lain di Kotolin dengan jumlah siswa yang lebih banyak justru menerima dana BOS yang lebih sedikit dibandingkan SD GMIT Kotolin.
Orang tua siswa lainnya juga mengamini kejadian ini. Mereka mengungkapkan bahwa banyak anak-anak mereka yang sudah merantau atau bahkan menikah, namun nama mereka masih tercatat sebagai siswa SD GMIT Kotolin. “Anak-anak kami banyak yang sudah pindah, ada yang sudah SMA, SMP, bahkan sudah menikah, tapi kenapa namanya masih terdaftar? Kami mendesak tim auditor untuk segera turun tangan dan mengecek kembali data di SD GMIT Kotolin,” keluh mereka.
Praktik manipulasi data ini diduga telah berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun. Sumber lain juga membenarkan bahwa jumlah siswa yang aktif di SD GMIT Kotolin hanya 36 orang.
Hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah SD GMIT Kotolin belum memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh tim media hanya dibaca, namun tidak dibalas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
