Soroti Kinerja Pemda dan Infrastruktur
Melihat realita tersebut, sang motivator melontarkan kritik pedas kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Ia menilai ada ketidakberpihakan dalam penggunaan anggaran.
“Bagi saya, ini menunjukkan betapa tidak adanya nurani pemerintah daerah hari ini. Anggaran lebih banyak dipakai untuk kegiatan seremonial, tapi lupa dengan masa depan bangsa yang ada di sekolah-sekolah. Padahal konstitusi sudah jelas menjamin pendidikan sebagai hak dasar rakyat kecil,” tegasnya.
Ia menegaskan, cita-cita mewujudkan “Kupang Emas” mustahil tercapai jika generasi penerus tidak diperhatikan secara serius.
Selain sektor pendidikan, kondisi infrastruktur jalan di Desa Kiuoni juga dinilai sangat memprihatinkan dan rusak parah.
“Jalan di sini juga sangat menyulitkan akses masyarakat. Saya berharap ada keberpihakan anggaran yang nyata untuk wilayah pedalaman Fatuleu, baik untuk perbaikan sekolah, pemenuhan guru, maupun infrastruktur jalan,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
