Ibu Meliana Suek Meneteskan Air Matanya Saat Diwawancarai

FlobamoraNews

Malaka, Flobamora-News.com – Rumah yang ditempati Ibu Meliana Seuk (52), sudah tidak layak huni. Saat diwawancarai dia selalu meneteskan air matanya di gubuk kediamannya di Dusun Leolaran B, Desa Biudukfoho, Kecamatan RinHat, Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/9/2019)

Meliana sangat sedih ketika ditanya mengenai perhatian Pemerintah Desa kepada keluarganya. Meliana mengaku tidak pernah merasakan bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah desa sejak tahun 1996.

“Kami sejak tahun 1996 tinggal di sini, belum dapat bantuan dari Pemerintah Desa, sehingga suami saya memutuskan untuk mencari uang ke Kalimantan”, ujar Meliana.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tanda Tangani Keppres Amnesti Baiq Nuril

Ibu Meliana Seuk ini mangaku namanya pernah ada dalam daftar penerima bantuan perumahan namun, sampai realisasinya bantuan yang notabene untuknya dialihkan ke orang lain.

“Kami pernah masuk dalam daftar penerima bantuan, tapi sampai mau terima bantuan, dialihkan ke orang lain”. Papar ibu ini’.

Toko intelektual Lipus Meski menduga sangat tidak professional kades biudukfoho, sebab bantuan perumahan tidak diutamakan kepada masyarakat miskin, sehingga masih terdapat rumah tidak layak huni di desa Biudukfoho yang menjadi Pusat Kota kecamatan Rinhat ini.

Baca Juga :  Walhi Gelar Unjuk Rasa Terkait Kasus DBD

“Saya prihatin dengan kebijakan Ibu Desa yang bantuan Desa itu diprioritaskan kepada orang yang sudah punya rumah yang layak, sedangkan masyarakat miskin dinomorduakan”, pungkas Meak.

“Hal ini menurut saya sangat bertantang dengan program Pemerintah mengenai pemerataan Innfastrustur dan perumahan rakyat, sehingga pandangan kelompok tertentu mengenai kegagalan Pemerintah hari ini, menurut hemat saya, akaibat kinerja oknum Kades yang tidak mendukung program pemerintah, diduga tidak professional dan menyimpang”, sambungnya.

Sekertaris Desa Biudukfoho Fransiskus Fanu, ketika ditemui diruang kerjanya kantor Desa Biudukfoho, mengaku dirinya telah berulang kali mengusulkan nama Meliana Seuk sebagai masyarakat prioritas penerima bantuan perumahan namun, realisasi perumahan, ibu Kades selalu mengalihkannya.

Tulisan ini berasal dari redaksi