Inti dari semua upaya Yawan adalah satu: membantu ekonomi keluarganya dan membayar uang SPP sendiri. “Yang membuat saya berani menjual kue di sekolah karena saya ingin membantu Mama dan kaka saya, sehingga uang sekolah saya jangan jadi tunggakan atau beban bagi mereka,” ujarnya dengan nada tegas kepada awak media pada Sabtu (06/12/2025). Yawan tinggal hanya dengan ibunya di rumah yang sederhana, sedangkan kakaknya harus merantau ke Kalimantan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari keluarga. Kondisi itu membuatnya mengambil keputusan tegas: berjualan di sekolah supaya ia bisa tetap bersekolah dan meringankan beban ibunya.
Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, Yawan tak ingin berpangku sepenuhnya kepada ibunya. Alasan utamanya adalah ayahnya yang tidak pernah bertanggung jawab sejak dia masih kecil. “Kalau bapak saya tidak bertanggung jawab sejak saya masih kecil, bahkan kaka saya harus putus sekolah di bangku SMP,” ceritanya dengan nada sedih yang terlihat. Akibatnya, kakaknya memilih merantau ke Kalimantan—semua demi menunjang kebutuhan sehari-hari keluarga, mengingat ibunya yang sudah tua dan rambutnya mulai memutih karena beban hidup yang terlalu berat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
