Tak hanya itu, Yawan juga memiliki impian yang besar untuk masa depan. “Kalau memang puji Tuhan ada berkat lebih, saya tabung untuk kalau bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, agar bisa mengangkat derajat keluarga saya,” ujarnya sambil mata berkaca-kaca karena tersentuh emosi. Ia menyadari bahwa keluarga hanya bergantung pada pertanian sebagai sumber nafkah, dan ia ingin mengubah nasib itu dengan cara belajar dan bekerja keras.
Dalam kesempatan yang sama, Yawan juga menyampaikan pesan kepada teman-teman sebayanya. “Pesan saya untuk teman-teman: jangan malu, jangan gengsi mencari uang hidup. Kita berbeda-beda bagaimana kita hidup, tapi sebagai anak, kita juga harus membantu orang tua yang sudah banyak menanggung beban,” katanya. Pesan itu bukan hanya sekadar kata-kata, tapi bukti nyata dari perjuangannya yang tak kenal lelah—seorang siswa yang dengan keberaniannya membuktikan bahwa kerja keras dan tekad bisa mengatasi segala rintangan, bahkan di tengah kesulitan ekonomi keluarga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
