Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Teguh Santosa: Semua Karya Pers Diwajibkan Dikerjakan Berdasarkan Fakta dan Kaidah Jurnalistik

Reporter : Lia Editor: Redaksi
IMG 20240107 223530

JAKARTA — Menuju puncak penyelenggaraan Pemilu 2024 sulit mengharapkan pers dapat benar-benar netral dan benar-benar independen. Faktanya, ketiga kubu capres-cawapres yang akan bertarung di arena Pilpres 2024 memiliki pendukung dari kalangan media, termasuk pemilik media besar.

Namun demikian menurut penilaian Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, pengaruh pemilik media di masing-masing kubu capres dan cawapres masih proporsional dan tidak brutal.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Apalagi, sambung Teguh dalam dialog di RRI Pro3, Jumat (29/12), saat ini instrumen untuk menjaga dan mengontrol karya pers semakin lengkap. Di setiap ruang redaksi ada aturan yang pasti ketat yang idealnya mewajibkan semua karya pers dikerjakan berdasarkan fakta dan kaidah-kaidah jurnalistik.

Baca Juga :  Presiden RI Tinjau Program Perbaikan Stunting Di Desa Kesetnana, Kab. Timor Tengah Selatan

Selain itu juga ada fungsi pendidikan dan pengawasan dari organisasi profesi tempat wartawan bernaung dan organisasi perusahaan media seperti JMSI. Dewan Pers pun sudah barang tentu ikut menjaga kualitas karya pers.

Publik juga ikut mengontrol kualitas karya pers antara lain dengan meragukan berita yang dihasilkan perusahaan media.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan JMSI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JMSI.