Daerah  

Tinggal di Gubuk Reot, Nenek di Belu ini Tidak Pernah Berharap Bantuan Orang lain

20190723 131336 scaled

Sebenarnya Nenek Elisabet ingin pergi berobat di Puskesmas Halilulik yang jaraknya tak sampai satu Kilo Meter. Sayang, Nenek Elisabet tak punya sepersen pun di kantongnya.

Maklum, Nenek Elisabet bersama sang suami, Yosep Lelo sehari-hari mengumpulkan kayu bakar untuk dijual. Per ikat dihargainya Rp 1.000. Namun, sejak ditinggal sang suami pada Februari 2018 silam, Nenek Elisabet terpaksa harus mengumpulkan kayu bakar sendirian.

“Saya biasa hanya jual 10 ikat saja. Kalau laku semua ya saya bersyukur, tapi kadang hanya dapat Rp 5.000 setiap hari,” tutur nenek yang sudah berusia 80 tahun lebih itu.

Dengan penghasilan yang didapatnya, dia harus berhemat untuk membeli beras. “Saya sudah tidak bisa makan jagung lagi. Saya harus makan nasi. Mungkin karena saya sudah tua,” ujarnya sembari tetap terbaring lemas di tempat tidur.

Nenek Elisabet Memiliki tiga orang anak perempuan dan seorang anak lelaki. Ketiga orang anak perempuannya telah berkeluarga. Sedangkan yang lelaki pergi mengadu nasib di Kota Atambua.



Exit mobile version