Nenek Elisabet tidak tinggal sendirian di gubuk repotnya itu. Dia tinggal bersama seorang anak perempuan bersama suaminya, adik iparnya yang mengalami gangguan jiwa, dan tujuh orang cucunya.
Anak perempuan yang satunya tinggal di samping rumah Nenek Elisabet dengan kondisi rumah yang mirip gubuk Nenek Elisabet. Satu anak perempuannya tinggal di Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk.
Ketiga anak perempuannya itu bermatapencaharian sebagai seorang petani. “Bila ada uang baru saya datang mengunjungi mama;” ujar Lusia Ufa, Anak pertama dari Nenek Elisabet.
Nenek Elisabet mengalami sakit sejak dua hari lalu (21/7/2019). Sudah menjadi kebiasaannya, bila sakit, maka dia hanya bisa tidur sembari berdoa memohon kesembuhan. Bila ada sedikit uang, barulah dia pergi berobat ke Puskesmas Halilulik.
“Kalau sakit, pas ada uang baru pergi puskesmas, tapi kalau tidak ada uang, saya tidur saja. Kalau ada yang beli kayu baru saya gunakan untuk berobat. Kalau tidak ada begini, mau bagaimana?” Demikian tutur Nenek Elisabet dengan mengerutkan dahinya seakan menahan rasa sakit di perutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
