Dengan fungsional nya mesin insenerator, tentu menjadi peluang besar untuk pendapatan asli Daerah (PAD) karena selain sampah medik rumah sakit, injenerator juga dapat dimanfaatkan guna mengolah sampah medik yang dihasilkan oleh seluruh Puskesmas di Nagekeo bahkan dari luar daerah.
“Kami berharap insenerator ini harus bisa beroperasi lagi sehingga bisa menghemat miliaran rupiah untuk urusan penanganan sampah medik” tandasnya.
Selain infrastruktur pendukung, anggota DPRD asal Dapil Nagekeo ll (Mauponggo, Keotengah dan Nangaroro) ini juga menyoroti biaya penerbitan surat keterangan kesehatan bagi masyarakat yang dinilai terlampau mahal. Hal ini berdasarkan keluhan yang diterima Yosua dari para calon pencari kerja khususnya lulusan sarjana baru yang belum memiliki pendapatan.
“Harapannya tarif surat keterangan sehat jasmani dan rohani itu ditinjau lagi karena memang terlampau mahal, kasihan anak-anak kita yang baru lulus sarjana mereka belum punya pendapatan sendiri. Kalau bisa surat keterangan kesehatan buat para calon pencari kerja diberikan harga yang lebih murah khususnya buat mereka yang ber-KTP Nagekeo” pintanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
