Soal visi-misi , Toti bilang dia tidak mau Visi-misi yang hanya tahu take off akan tetapi tidak bisa landing. Artinya, visi dan misi yang dikonsep di atas kertas itu harus berbaring lurus dengan realita lapangan, yang mana mestinya dilihat daripada kekuatan fiskal dan pendapatan daerah. “Jangan coba-coba kita buat visi misi yang melebihi pendapatan daerah atau fiskal APBD itu sendiri” ujar Toti.
Toti mencontohi target PAD di suatu daerah dalam setahun Rp. 60 Miliar misalnya, kemudian realisasi hanya Rp. 30 Miliar, di satu sisi sudah terinput dalam program dan kegiatan sekian puluh miliar, maka, jika PAD nya tidak jalan maka semua progam tersebut tidak bisa berjalan dengan baik. “Saya tidak mau Visi-misi yang hanya tahu take off tidak bisa landing” tegasnya lagi.
Lebih lanjut mantan Politisi Golkar ini menepis stigma yang mengatakan bahwa dirinya maju Bupati Nagekeo periode 2024-2029 ini hanya sekedar spekulasi karena gagal menuju gedung Sasando. “25 tahun menjadi anggota DPR itu bukan gagal, mungkin masyarakat merasa jenuh kalau saya ada di Legislatif, ketika saya turun ke bawah masyarakat menghendaki untuk saya maju sebagai Bupati” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
